Di Takengon, Dibahas Penegakan Hukum yang Bersih dan Transparan

Takengon | Lintas Gayo – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Takengon mengadakan Coffee Morning dengan aparatur penegak hukum mengangkat tema ”Mendorong Parisipasi Publik untuk terwujudnya Peradilan yang bersih dan Transparan” yang dilaksanakan di Wapres Cafe, Takengon Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (8/12/2011).

Sejumlah narasumber dalam acara ini diantaranya Kapolres Aceh Tengah diwakilkan kepada Bripka T Buchari, dari Kejaksaan Negeri diwakili oleh Fitriana, SH. Sedangkan dari Pengadilan Negeri Takengon langsung dihadiri oleh Firza Andriansyah, SH selaku Ketua Pengadilan Negeri Takengon.

Pada paparannya, Kapolres Aceh Tengah melalui Bripka T. Bukhari  menyatakan transparansi penyelidikan  dikepolisian merupakan gerbang awal dalam penanganan suatu tindak pidana sesuai dengan undnag-undang kepolisian, dimana salah satu bentuk transparansi tersebut adalah diberikannya surat pemberitahuan perkembangan hasil pelaporan (SP2HP) kepada pelapor setiap tindak pidana.

Sementara itu Ketua Pengadilan Negeri Takengon, Firza Ardiansyah, SH mengatakan pengadilan sangat positif memandang kegiatan tersebut dan sangat berkeinginan memberikan keterbukaan kepada public untuk mewujudkan peradilan yang bersih dan transparan.

“Perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar dalam melihat sutu amar putusan tersebut tidak sepotong-sepotong, karena sebuah putusan sebenarnya yang menjadi mahkota putusan adalah pertimbangan hakim, sehingga dalam pertimbangan tersebut menjelaskan latar belakang hakim dalam memutus suatu perkara”, papar Firza Ardiansyah.

Selanjutnya dari Kejaksaan Negeri Takengon, Fitriana, SH, mengungkapkan permintaannya kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk terus mengadakan lagi program seperti ini, dengan harapan untuk mewujudkan perbaikan dalam proses penegakan hukum.

Terakhir pemaparan dan LBH Banda Aceh Pos Tekengon yang disampaikan koordinatornya, Zulfan Zainuddin, SH.I menginginkan agar kedepan masyarakat mendapatkan pemahaman dan dapat berpartisipasi dalam mewujudkan proses penegakan hukum khususnya pengadilan untuk lebih transparan dan bersih. “Ini penting agar hukum lebih berwibawa,” tegas Koordinator LBH Banda Aceh Takengon ini.

Peserta dalam kegiatan diskusi ini, merupakan perwakilan dari berbagai unsur diantaranya perwakilan dari masyarakat, mahasiswa, aktivis, praktisi hukum dan wartawan.

Tujuan kegiatan diharapkan bisa memperkuat partisipasi masyarakat sipil dalam mendorong transparansi proses peradilan yang menargetkan institusi penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan, sehingga menciptakan penegakan hukum yang bersih dan transparan.(Maharadi/03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.