Di Hari Pers, PWI Kumpulkan 62 Kantong Darah

DONOR DARAH: AnggotaTNI ikut serta mendonorkan darah mereka pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke 66 PWI Aceh 2012.(Lintas Gayo/a.ZaiZa)

Banda Aceh | Lintas Gayo – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh berhasil mengumpulkan 62 kantong darah dari aksi penggalangan donor darah yang dilakukan dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) ke 66 tingkat PWI Aceh.

Penggalangan donor darah yang dilakukan bertepatan dengan hari H peringatan HPN ke 66 tersebut, yakni 9 Februari merupakan rasa kepedulian insan pers di Aceh untuk sesama. Dimana, selama ini kebutuhan darah di PMI Banda Aceh selalu mengalami kekurangan.

Dewan Penasehat PWI Aceh H Harun Keuchik Leumiek saat membuka acara pengalangan donor darah dalam rangka HPN ke 66 menyatakan, aksi yang dilakukan PWI Aceh ini merupakan bentuk kepedulian dan kepekaan wartawan dalam melihat siatuasi dilapangan.

Wartawan, bukan saja bisa menulis atau memberitakan apa yang dia lihat dan rasakan semata, namun juga harus bisa berbuat demi kemaslahatan ummat manusia. Disinilah peran wartawan akan dilihat masyarakat, sebagai bagian dari komponen masyarakat.

“Kita berharap, apa yang dilakukan PWI Aceh ini bisa menjadi cambuk bagi pihak lain untuk bisa berbuat demi membantu sesama umat manusia,” ujar Harun Keuchik Leumiek.

Ketua Panitia HPN ke-66 PWI Cabang Aceh, H T Anwar Ibrahim mengungkapkan, dari aksi penggalangan donor darah yang dilakukan ini, terkumpul sebanyak 62 kantong darah dari yang mendaftar 70 orang, sedangkan 8 orang gagal.

“Yang gagal ini menurut tim medis PMI karena berbagai faktor, seperti rendahnya HB dari peserta donor tersebut,” jelas Anwar sembari menambahkan, dalam aksi donor darah ini, pendonor terbanyak dari kalangan Tentera Nasional Indonesia (TNI), kalangan wartawan dan pegawai negeri sipil (PNS), BUMN dan karyawan swasta berbagai instansi

Sementara itu, Ketua PMI Cabang Kota Banda Aceh, Qamaruzzaman Haqni mengungkapkan, permintaan kebutuhan darah di Kota Banda Aceh sangat tinggi, dimana per harinya rata-rata mencapai 80 kantong. Tingginya permintaan darah ini tentunya membuat Palang Merah Indonesia (PMI) Banda Aceh kewalahan untuk bisa memenuhinya.

“Persediaan darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Banda Aceh saat ini kosong, sehingga kita selalu mengimbau masyarakat untuk mau mendonorkan darahnya dan ini juga salah satu untuk membudayakan hidup sehat,” ujar Qamaruzzaman.

Qamaruzzaman menyatakan, pihaknya kini berupaya bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat untuk menggelar donor darah. Untuk sekarang ini yang ada di PMI hanya darah titipan keluarga pasien. Dalam memenuhi kebutuhan darah pasien, sementara ini PMI meminta keluarga pasien mendonorkan darahnya untuk pasien yang butuh darah.(a.Zaiza)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.