Bireuen |Lintas Gayo – Akses tranportasi lintas tengah terancam gagal terujudkan tahun ini, pasalanya proyek pembangunan, pengerukan dan perluasan jalan sepanjang 1,25 KM Bireuen-BenerMeriah di kawasan Cot Panglima, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen mulai dihentikan.
Kondisi ini menyusul berakhirnya kontrak kerja antara pemerintah dengan PT Mutiara Aceh Lestari (MAL) selaku rekanan. Sehingga PT MAL hanya mengerjakan sisa kontrak yang belum tuntas saja.
Seperti halnya pengakuan Direktur PT MAL, H Saifannur bahwa pihaknya saat ini, hanya berkonsentrasi untuk merampungkan sisa pekerjaan di titik KM 26 sampai KM 27,5. Targetnya bisa selesai satu bulan lagi atau awal April 2012. Sisa pekerjaan yang masih ditanggani mencakup, pengerukan di beberapa ruas dinding tebing, galian parit besar serta pengerasan badan jalan.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Aceh, Affan ST sebagaimana dilansir media selaku pengawas proyek membenarkan, kalau proyek pekerjaan itu sudah dihentikannya seiring berakhirnya kontrak kerja.
Dari pantauan Lintas Gayo saat melintas kawasan tersebut pada Minggu (4/3) menjelang saat-saat berkahirnya masa kontrak, para pekerja terlihat masih melakukan aktivitas seperti biasa dan kenderaan yang melintaspun terpaksa menghentikan perjalanan selama kurang lebih 5 jam, karena jalur yang menjadi lintasan utama dua Kabupaten tersebut sedang dalam proses pengerjaan dengan diberlakukannya buka-tutup jalan.
Disisi lain terlihat petugas pengaman jalan asik santai sambil bermain Ludo (permainan yang menggunakan dadu) bersama empat orang rekannya. Sedangkan pekerja yang beraktivitas sedang mengroperasikan alat berat ditengah kondisi jalan yang sangat becek.
Seorang pengguna jalan Rahmat Fauji yang biasa menjual sayur dari Takengen menuju Krueng Geukeuh Aceh Utara dan sebaliknya tersebut, yang setiap 2 hari sekali harus melewati jalur ini, mengatakan, jalan yang mereka lewati terbilang rawan kecelakaan karena jalannya sangat becek dan berlumpur tebal, kondisi ini makin parah kalau waktu hujan, karena jalannya sangat licin.
“Semoga jalan ini cepat selesai karena banyak masyarakat yang menumpukan nasibnya pada stang (alat kendali motor) perekonomiannya jadi terganggu, karena jalan yang di buat bukan jalan yang menyusahkan masyarakat,” harap Rahmad yang ditemui Lintas Gayo dilokasi.
Tentunya para pengguna jalan lainnya juga berharap demikian karena bagaimanapun akses dari tanah Gayo (Bener Meriah-Aceh Tengah) harus melewati jalur ini dengan berbagai alasan tertentu untuk bisa keluar-masuk dari dan ke kota dingin tersebut.(konadi adhani/red 04)

