Takengon | Lintas Gayo – Sebanyak 8 rumah tergenang air dan satu rumah diantaranya rusak berat akibat terjangan air bah di Kampung Pedekok Pegasing Kabupaten Aceh Tengah yang terjadi Rabu (28/3/2012) malam.
Menurut Reje (sebutan untuk Kepala Desa di Aceh Tengah) Mahyuzar, banjir tersebut terjadi menyusul tingginya curah hujan yang terjadi sejak siang dan mereka terkejut saat waktu Isya tiba air sudah menggenangi sebanyak 8 rumah dan sempat menutup beberapa meter badan jalan menuju arah Wih Lah dan Lelumu.
“Limpahan air sudah kesekian kalinya terjadi sejak beberapa tahun belakangan ini dan di tahun 2012 ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi,” ungkap Reje Pedekok, Mahyuzar.
Ini termasuk ringan, dikejadian banjir sebelumnya, separuh rumah warga Pedekok terendam, timpalnya. Penyebabnya, menurut Reje ini, adalah akibat gorong-gorong dipersimpangan jalan Wih Lah dan Takengon-Isaq yang dibuat sudah lebih dari 40 tahun silam sudah tidak mampu menampung lajunya air.
“Setiap ada kesempatan kami minta agar gorong-gorong yang berdiamter sekitar 1 meter dan panjang 6 meter tersebut diperlebar, namun hingga kini tidak digubris oleh pihak terkait. Nah akibatnya seperti yang anda lihat sekarang,” ujarnya diamini sejumlah warga lainnya.
Sementara rumah yang rusak berat, dikatakan Reje ini adalah milik Multazam yang dipastikan roboh jika tidak disangga dengan kayu. Salah satu sisi pondasi rumah tersebut amblas dihempang air bah.
Seorang ibu rumah tangga, Inen Masdiana saat ditemui Lintas Gayo tampak dengan nada miris memohon agar masalah banjir yang menjadi langganan mereka segera diatasi. “Beginilah nasib kami pak, mohon segera ada upaya konkrit agar banjir ini teratasi,” harapnya.
Tampak dilokasi kejadian sejumlah aparat keamanan dan sejumlah pejabat dijajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berjaga-jaga. Puluhan mobil diparkir disekitar lokasi yang umumnya berhias stiker salah satu pasangan Gubernur/Wakil Gubernur Aceh, Dr Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf serta pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Aceh Tengah, Iklil dan Muhammad Ridwan. Sosok Cabup/Cawabup ini tampak berbaur dengan warga setempat.
Amatan Lintas Gayo, beberapa puluh meter badan jalan menuju Isaq kecamatan Linge ditutupi lumpur setebal sekitar 20 centimeter. Dan beberapa meter badan jalan diawal tanjakan Bur Lintang tersebut tampak amblas. Satu unit alat berat tampak bekerja mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat luimpur dan amblasnya jalan tersebut. (Tim LG)

