by

Bantuan Untuk Korban Kebakaran Terus Mengalir, Dapur Umum kok Bubar ?

Takengon | Lintas Gayo – Bantuan materiil untuk korban korban kebakaran yang terjadi di Tetunyung Takengon, Jum’at 20 April 2012 lalu terus mengalir. Terakhir, Minggu (22/4/2012) sejumlah komunitas sepeda motor di Aceh Tengah dan Bener Meriah mengantarkan bantuan berupa barang dan uang yang mereka galang paska kejadian tersebut.

Menurut koordinator kegiatan tersebut, Iwan, diantara komunitas yang berperan dalam penggalangan bantuan tersebut diantaranya Gayo scooter Club (Gasac), APSC Bener Meriah, Yamosta, Yamaha Mio Takengon, CCTG Takengon dan SESC Takengon.

“Semoga barang-barang berupa sembako yang kami kumpulkan ini bisa sedikit membantu meringankan beban saudara-saudara kami yang tertimpa musibah,” kata Iwan beberapa saat setelah menyalurkan bantuan tersebut di posko bencana yang dikoordinir pemuda setempat.

Sementara itu, dari data yang diperoleh Lintas Gayo dari Sulhan, pemuda setempat yang bertugas piket di posko bencana kebakaran Tetunyung, selain bantuan sembako dari komunitas sepeda motor di Aceh Tengah dan Bener Meriah, pihaknya hingga saat ini sudah menerima sejumlah paket bantuan baik berupa uang maupun barang.

“Bantuan terbesar diterima dari Pemkab Aceh Tengah berupa uang sebesar Rp.24 juta. Selain itu juga ada bantuan dari Kesatuan Masyarakat Tionghoa Aceh Tengah serta dari sejumlah elemen sipil lainnya. Bantuan-bantuan tersebut segera kami salurkan setelah kami terima,” kata Sulhan didampingi Kepala Kampung setempat Kasman dan tokoh masyarakat Irvan Rasyid.

Dalam kesempatan tersebut, tokoh masyarakat setempat, Irvan Rasyid mengeluhkan atas ditutupnya dapur umum pada Sabtu (21/4) pagi. “Para korban masih membutuhkan keberadaan dapur umum tersebut, kenapa ditutup. Ini tidak sesuai dengan prosedur standar jika masa panik berlaku hingga 3 hari,” kata Irvan Rasyid.

Atas ditutupnya dapur umum ini, Lintas Gayo belum berhasil mengkonfirmasi pihak terkait untuk menanyakan alasan angkat kakinya petugas dapur umum dari lokasi tersebut. (Kha A Zaghlul/red.03)

Comments

comments