by

Jelang Ramadhan, Harga Daging dan Telor Naik di Takengon

Takengon | Lintas Gayo – Mendekati Muegang Harga daging mencapai Rp.100 ribu per kilogram di Takengon (19/7). Dari sebelumnya 90 ribu per kilogram, mendekati meugang Bulan Ramadhan 1433 H. Harga daging naik Rp.10 ribu perkilogramnya.

Dikatakan Fadli (45) pedagang di pajak daging Jalan putri Ijo pasar bawah Takengon Timur, harga daging kerbau dan sapi naik sebesar Rp.10 ribu  dari Rp.90 ribu per kilogramnya,” kenaikan harga daging relatif kecil, bila dibandingkan daerah lain,” katanya sambil melayani pembeli daging.

Disamping itu, harga ayam potong juga mengalami kenaikan sebesar 5 ribu hingga 10 ribu rupiah per ekor. “Sebelumnya harga ayam per ekornya Rp.40 ribu sampai Rp.45 ribu per ekornya, mendekati meungang per ekornya sekitar Rp.50 ribu sampai Rp.55 ribu. Kata Ade pedagang Ayam potong di pajak daging pasar Bawah Takengon.

Menurut Hery (27) salah satu pelangan daging ayam, kenaikan harga ayam ini d karenakan Meungang bulan Ramadhan 1433 H. ”Sudah begitu setiap tahunnya, setiap Meugang pasti harga daging mengalami kenaikan. Terang Hery.

“Harga telor Ayam, juga mengalami kenaikan per papanya menjadi Rp.29 ribu dari harga Rp.27 ribu. Kata Udin salah satu grosir di pasar inpres.

Tidak hanya daging, pemilik mesin pegiling bahan rempah-rempahan aneka bumbu Lesung Gayo di jalan Sengeda pasar Inpres kewalahan melayani pelanggan mengiling bumbu aneka masakan.

Memang hari Meugang biasanya banyak orang menggiling bumbu untuk kebutuhan masakan, seperti cabe, bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, kunyit, dan  kelapa goseng. Kata ira pemilik  anak Lesung Gayo itu.

Jalaludin Pemilik Lesung Gayo itu, mematok harga Rp. 3 ribu perkilogramnya, tidak ada kenaikan, meskipun pelanggan banyak,” katanya

“ Kami tetap menjaga pelangan, dengan tidak menaikan harga, meskipun di hari meungang,” kata Jalaludin yang telah merintis usahanya selama 25 Tahun itu.

Amatan Lintas Gayo, di berbagai titik, mulai dari pajak daging pasar bawah dan pasar Inpres pembeli belum begitu ramai. (Maharadi)   

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.