Elemen Sipil Cetak Selebaran Kampanye Penyelamatan Lut Tawar

DLTTakengon | Lintas Gayo – Sejumlah foto sampah yang berserakan di dasar Danau Lut Tawar bikin risau sejumlah elemen sipil di Aceh Tengah. Foto-foto tersebut diambil dalam misi penyelaman pemungutan sampah di kawasan Pante Menye Kecamatan Bintang oleh anggota Gayo Diving Club (GDC), Minggu 5 Mei 2013 lalu.

“Kita tidak bisa lagi berlama-lama berkutat dengan retorika untuk selamat danau Lut Tawar,” kata Ketua LSM Tajuk, Isranuddin Harun, Rabu 8 Mei 2013 di Takengon.

Menurutnya, gerakan penyadaran terhadap masyarakat harus terus dilakukan. Dan salahsatunya dengan cara mengumbar fakta kondisi kerusakan danau kepada warga seputar Lut Tawar.

“Kita cetak selebaran berisi sosialisasi, satu dua orang saja yang tersadar sudah kita syukuri, apalagi jika seluruh masyarakat sekitar danau,” kata Isran sambil menunjukkan contoh selebaran yang akan dicetak dan disebarluaskan.

Diungkapkan, dengan dukungan kaum muda seputar danau Lut Tawar, beberapa elemen sipil telah bersepakat mengaktualisasikan program ini, diantaranya LSM Tajuk, Sentra Aliansi Pemuda Bintang, Kebayakan dan Lut Tawar (SAP-Biklar), Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Toweren (HIPEMATO), Beru Bujang Toweren, GDC dan Media Online Lintas Gayo.

“Kita mencetak ribuan selebaran, nantinya kami akan di sebar ke masyarakat, agar masyarakat tau permasalahan yang terjadi pada danau Lut Tawar saat ini, misi ini hanya misi penyelamatan Lut Tawar saja, tidak ada misi-misi lain”, terang Isran.

Dalam selebaran yang berjudul “Mari !!!, Selamatkan Danau Lut Tawar” berisi  beberapa upaya  dalam misi penyelamatan danau yang terletak di wilayah tengah Provinsi Aceh itu.

“Ada beberapa upaya yang harus disampaikan kepada masyarakat dari selebaran itu, semoga saja dengan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai apa yang terjadi terhadap DLT saat ini, masyarakat akan timbul kesadarannya untuk menjaga kelestariannya”, ujar Isran.

Isran juga berharap, adanya perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terhadap misi penyelamatan Lut Tawar Tersebut. “Pemerintah juga harus memperhatikan masalah ini, jangan hanya diam, segera buatkan peraturan khusus dalam penyelamatan danau ini, sebelum terlambat dan kita disesali generasi penerus”, harap Isran.

Gerakan ini didukung Beru Bujang  kampung Bale, Boom, Tetunyung, Dedalu, Teluk One-One, Pedemun, Kenawat, Waq Toweren, Toweren Toa, Toweren Uken, Toweren Antara, Gunung Suku, Rawe, Kalang Rawe, Bamil Nosar, Mude Nosar, Kejurun Syiah Utama, Mengaya, Bewang, Kala Bintang, Linung Bulen II, Linung Bulen I, Kuala I, Dedamar, Suku Gele, Genuren, Merodot, Sintep, Kelitu, Mendale, Kala Lengkio, Lot Kala, Nunang Antara, Kala Kemili, dan Seluruh Masyarakat Sekitar Danau Laut Tawar.

Berikut beberapa upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk menyelamatkan Danau Lut Tawar :

  • Kurangi penggunaan bahan-bahan kimiawi (herbisida, pestisida, fungisida) dalam pengolahan lahan pertanian dan perkebunan, serta gunakanlah pupuk organik yang ramah lingkungan.
  • Hindarilah membuang sampah ke danau atau ke sungai-sungai yang mengarah ke dalam Danau Laut Tawar.
  • Tanamkan kegemaran menanam pohon, dan jangan menebang pohon yang tidak mengganggu atau tidak bermanfaat.
  • Cegahlah penangkapan ikan dengan cara-cara yang tidak ramah lingkungan, seperti menggunakan bom ikan, pestisida/ racun ikan, setrum listrik dan lain-lain yang membahayakan habitat ikan Danau Laut Tawar.

(LG025/red.03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.