Pertalite Oplosan Hantui Masyarakat Aceh Tengah

Kolase Foto Bukti Aktivitas Mencurigakan Diduga Pengoplosan Pertalite. Dok. Pilargayonews.com

Takengon | Lintasgayo.com – Masih ingat kasus mega korupsi Pertamina yang mengakibatkan kerugian negara Rp968,5 triliun beberapa waktu lalu ?

Kerugian negara akibat dari pengoplosan Pertalite menjadi Pertamax tersebut tercatat sebagai sejarah pemberantasan korupsi terbesar di negara ini. Sampai saat ini kasus tersebut masih bergulir di meja hijau.

Hal serupa namun dalam versi yang lebih kecil terjadi di Aceh Tengah. Pada Rabu (21/5/2025), investigasi awak media yang digawangi oleh Tim Pilargayonews.com menemukan adanya aktivitas penimbunan minyak bersubsidi secara ilegal.

Investigasi itu mengarah ke sebuah ruko di jalan Tansaril – Kebet, Desa Tansaril, Kecamatan Bebesen. Ruko itu dicurigai sebagai tempat penimbunan minyak bersubsidi bahkan diduga kuat digunakan sebagai pabrik Pertalite oplosan.

Dilansir dari Pilargayonews.com seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan minyak yang terdapat dalam ruko tersebut diduga berasal dari luar daerah.

Menurut sumber itu, beberapa waktu lalu ada kendaraan pengangkut (Colt Diesel) yang datang ke lokasi diduga membawa puluhan drum minyak.

“Sudah sering dilakukan, mulai dari penimbunan BBM bersubsidi, seperti Pertalite, hingga BBM oplosan,” kata sumber ini, Rabu (21/05/2025).

Awak media langsung menuju lokasi ruko di jalan Tansaril – Kebet, Desa Tansaril, Kecamatan Bebesen. Awak media melihat adanya aktivitas mencurigakan didalam ruko.

Cairan pekat yang dicurigai sebagai Pertalite sedang dipindahkan dari Drum kedalam Jerigen 35 Liter. Drum-drum dalam jumlah banyak nampak berjejer didalam ruko, tampak juga dua orang yang sedang melakukan kegiatan pemindahan tersebut.

Awak media berhasil mendokumentasikan seluruh kegiatan mencurigakan itu, terdapat juga mobil jenis panther yang terparkir didepan ruko. Didalam mobil tersebut ditemukan beberapa jerigen berisikan cairan pekat yang diduga kuat adalah Pertalite.

Didatangi Polisi Namun Tidak Ditemukan Bukti

Tim dari Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Aceh Tengah saat meninjau Lokasi. Dok. Pilargayonews.com

Pasca dimuat di pemberitaan, Polres Aceh Tengah melalui tim dari Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim segera diterjunkan ke lokasi untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

Namun, saat tim yang dipimpin langsung oleh Kanit Tipiter Satreskrim Polres Aceh Tengah ,Imran tiba di lokasi, seluruh kegiatan mencurigakan yang ditemukan awak wartawan tidak lagi ada.

Tidak lagi ditemukan aktivitas mencurigakan seperti yang sebelumnya sempat didokumentasikan awak wartawan.

Mobil jenis Panther yang dicurigai digunakan sebagai pengangkut sudah tidak dilokasi. Bahkan, puluhan jerigen minyak yang sebelumnya terisi penuh menghilang. Tersisa 12 drum kosong serta puluhan jerigen juga bau menyengat mirip bau bahan bakar minyak.

Kendati demikian, Polres Aceh Tengah melalui Kasat Reskrim Iptu Deno Wahyudi menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melanjutkan penyelidikan terhadap kasus ini.

“Kami akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. Saat ini kami kumpulkan keterangan dan mendalami petunjuk yang ada,” katanya.
(Mhd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.