Masyarakat Gayo Lues Sekitar TNGL Khawatir Ancaman Harimau Senja

Harimau “Senja”. Dok. Pemkab Gayo Lues.

Oleh : Aman Kenzi

Program pelepasliaran harimau sumatera ( Panthera tigris sumatrae ) yang dijuluki “Harimau Senja” ke habitat alaminya di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) selalu menjadi kabar gembira bagi penggiat konservasi khusunya Balai KSDA.

Program penyelamatan satwa langka ini bahkan disambut baik oleh Pemda Gayo Lues.

Namun, bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan hutan khususnya para petani dan warga di desa-desa sekitaran TNGL, pelepasan “Harimau Senja” justru membawa kekhawatiran baru.

Belum selesai konflik dengan harimau yang telah lama menetap, warga kini harus kembali berkonflik dengan Harimau yang baru di lepas BKSDA.

Pelepasan ini meski bertujuan mulia yaitu pelestarian spesies terancam punah, tapi juga menyimpan potensi masalah serius yang dapat membahayakan mata pencaharian dan keselamatan jiwa warga Gayo Lues.

Ancaman paling nyata bagi sektor pertanian di sekitar TNGL, khususnya di wilayah Gayo Lues, yaitu desa-desa yang dekat dengan hutan. Para petani kehilangan keamanan dan kenyamanan dalam bertani.

Padahal disana, warga menggantungkan hidup dari hasil pertanian dan perkebunan. Tembakau, coklat, Kopi, sereh wangi,hingga padi.

Ladang dan kebun mereka berada di dekat hutan, bahkan banyak yang bersinggungan langsung dengan batas hutan. Dengan meningkatnya populasi harimau yang dilepasliarkan, potensi konflik harimau dengan warga tentu menjadi semakin tinggi.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, beredar video di media sosial hewan ternak warga hilang dan ditemukan mati sebagian tubuhnya hilang karena dimangsa harimau.

Dalam video itu perekam video yang seorang perempuan bahkan menyampaikan ketidak setujuannya terhadap pelepasan Harimau di wilayah mereka.

Ia mengeluhkan pemerintah yang terus melepasliarkan Harimau kedekat tempat mereka memilihara ternak.

Jika terus begini, bagaimana nasib warga yang memiliki ternak ?
Bagaimana mereka bisa pergi ke ladang mencari rejeki ?

Apakah dampak ini betul-betul sudah dikaji secara mendalam oleh Pemda dan BKSDA ?

Kerugian ekonomi akibat hilangnya ternak dapat menghancurkan pendapatan keluarga petani. Belum lagi kekhawatiran petani diserang saat sedang berada di ladang.

Para petani seringkali harus bekerja dari pagi hingga sore, bahkan ada yang tidak pulang dari ladang harus menetap. Sementara lahan ladang mereka kini berpotensi menjadi “jalur jelajah” harimau.

Hal ini tentu dapat mengurangi produktivitas kerja, bahkan memaksa petani meninggalkan lahan mereka demi keselamatan diri.

Dampak pelepasan harimau “Senja” tidak hanya terbatas di area pertanian saja. Ancaman terhadap keselamatan warga di pemukiman juga harus menjadi perhatian serius.

Kekhawatiran kemudian muncul pada kemungkinan harimau masuk ke perkampungan dan menyerang manusia.

Ketakutan ini bukan tanpa dasar. Populasi mangsa alami harimau seperti babi hutan atau rusa sangat berkurang di habitat aslinya.
Hal itu mendorong harimau untuk mencari sumber makanan lain kedekat pemukiman warga.

Balai Besar TNGL dan pihak terkait harus mempertimbangkan dan menyelaraskan upaya konservasi dengan keselamatan masyarakat.

Pelepasan harimau seharusnya tidak hanya berhenti pada “melepas” saja, namun juga diikuti dengan kajian meminamilisir tidak terjadinya konflik manusia dengan hewan buas yang dapat membahayakan nyawa.

Pelepasliaran harimau adalah langkah yang tepat untuk menjaga kelestarian spesies yang terancam punah ini.

Namun, keberhasilan program ini tidak boleh mengorbankan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat yang hidup di sekitar hutan TNGL.

Dibutuhkan kerjasama yang kuat antara pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat lokal agar manusia dan alam dapat hidup selaras.

Mampukah Pemda Gayo Lues memastikan bahwa “Harimau Senja” dapat kembali ke habitatnya tanpa menjadi momok yang menakutkan bagi para petani dan warga ?

 

*Penulis Adalah Putra Asli Gayo Lues.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.