Balita Jadi Korban Perampasan Ponsel di Kebun Kopi Bener Meriah

Ayah korban, Herman Bahgie Bertona. Ist

Redelong | Lintasgayo.com – Seorang balita menjadi korban perampasan ponsel saat ditinggal ayahnya memetik kopi. Peristiwa ini terjadi 11 hari menjelang Idul Adha, tepatnya pada Senin (26/5/2025) sekitar pukul 11.23 WIB.

Korban adalah anak dari Hermansyah, warga Kampung Bahgie Bertona. Saat kejadian, Hermansyah sedang bekerja sebagai buruh pemetik kopi di kebun milik saudaranya di kampung Nosar kecamatan Bandar. Karena cuaca terik, ia meninggalkan anaknya yang berusia tiga tahun di sebuah gubuk dan memberinya ponsel agar tetap tenang.

Namun, tak lama kemudian, Hermansyah dikejutkan oleh tangisan keras anaknya. Ia segera berlari ke gubuk dan menanyakan penyebab tangisan tersebut.

“Saya tanya kenapa dia menangis, anak saya bilang HP-nya diambil orang,” kata Hermansyah kepada Lintasgayo.com, Sabtu (07/06/2025).

Ponsel yang dirampas adalah Redmi Note 11 Pro RAM 8/128 GB, dengan perkiraan nilai sekitar Rp2,2 juta. Hermansyah sempat mengejar pelaku dengan membawa parang, namun pelaku berhasil melarikan diri ke semak-semak dan tidak berhasil ditangkap.

Peristiwa ini membuat warga semakin resah, mengingat beberapa kasus serupa mulai sering terdengar di kawasan kebun kopi tersebut.

“Sekarang maling makin nekat. Waspadalah, jangan lengah, apalagi kalau membawa anak kecil ke kebun,” imbau Hermansyah. (LG07)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.