Ketua TP-PKK Bener Meriah : Posyandu Sebagai Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan Dasar

Ketua TP-PKK Bener Meriah, Meutia Fauziah Tagore saat foto bersama. Dok. Prokopim Bener Meriah.

Redelong | Lintasgayo.com – Ketua TP-PKK Kabupaten Bener Meriah Hj. Meutia Fauziah Tagore, SH hadiri Gerakan Posyandu Aktif (GPA) di Aula Balai Desa Umah Musara Kampung Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kamis (12/06/2025).

Kegiatan Gerakan Posyandu Aktif tersebut di hadiri oleh Kadis Kesehatan Kabupaten Bener Meriah Hasyimi, IB., SKM., M.Kes beserta jajaran, unsur Forkopimcam Timang Gajah, Kapsu Lampahan, serta para kade posyandu di wilayah kecamatan setempat.

Dalam arahannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Bener Meriah, Meutia Fauziah menyebutkan, Posyandu merupakan ujung tombak dari pelayanan kesehatan dasar yang menyentuh langsung ke keluarga.

Disinilah kata Meutia, pusat edukasi, pemantauan tumbuh kembang anak, layanan ibu hamil, pemberian imunisasi, hingga penyuluhan gizi keluarga. Dengan kata lain, Posyandu adalah tempat menanamkan kesadaran hidup sehat dari rumah hingga masyarakat luas.

” Tujuan umum dari Gerakan Posyandu Aktif adalah untuk meningkatkan literasi kelompok sasaran tentang pentingnya mengaktifkan Posyandu. Namun kita semua sadar, kini semangat keaktifan Posyandu sempat mengalami penurunan, maka dari itu, Gerakan Posyandu Aktif ini hadir sebagai upaya untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kesehatan bersama, tentunya semua ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak,” katanya.

“Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan kesehatan,” tambahnya.

Oleh karena itu, kata Meutia Fauziah, gerakan ini dapat dilakukan bersama lintas sektor, stakeholder, serta dapat melibatkan mitra potensial di wilayahnya, seperti Saka Bakti Husada (SBH), Tim Penggerak PKK, Organisasi masyarakat, dan mitra potensial lainnya.

Gerakan ini juga bertujuan untuk percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan di Posyandu, dengan sasaran sesuai siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bersalin dan nifas, bayi, balita, anak prasekolah, usia sekolah, remaja, usia produktif dan lansia. Terdiri dari kader, ibu, balita dan keluarga Kader Posyandu.

” Kami tahu tugas sebagai kader tidak ringan, namun, ibu-ibu adalah garda terdepan perubahan. Dengan semangat ibu-ibu, Posyandu menjadi tempat yang hidup, tempat berbagi, tempat belajar, tempat menanam kebaikan,” ujarnya.

Terakhir Meutia Fauziah mengajak kader posyandu yang hadir untuk menjadikan Gerakan Posyandu Aktif ini sebagai momentum kebaikan peran keluarga dalam pembangunan kesehatan.

“Mari kita ajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir mendukung dan menjadi bagian dari Posyandu,” tutupnya. (Mhd/Ril)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.