Perumda Tirta Bengi, Setiap Tahun Merugi

Kantor Perumda Tirta Bengi Bener Meriah. Dok. Internet.

Redelong | Lintasgayo.com – Sejak diresmikan pada 2005 silam, Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Bengi belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bener Meriah.

Padahal, ditengah kurangnya sumber PAD yang nyata, Perumda Tirta Bengi adalah secercah harapan paling berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai tulang punggung PAD Bener Meriah.

Namun, ibarat punguk merindukan bulan, rindu mendapatkan PAD dari Perumda Tirta Bengi masihlah mimpi di siang bolong.

Dari laporan keuangan Perumda yang berkantor di kaki Burnitelong itu diketahui pada tahun anggaran 2024 Laba (Rugi) Bersih yang diperoleh menyentuh angka 2,22 Miliar.

Jumlah ini naik signifikan dibanding tahun anggaran 2023 yang mana terhitung Laba (Rugi) Bersih pada tahun itu hanya 389 Juta.

Tim Lintasgayo.com berhasil mendapatkan dokumen Laporan Auditor Independen, Chatim Adri dan Rekan, nomor : 00006/2.1493/AU.2/04/0408-5/1 /I/2025, tentang Laporan Posisi Keuangan Perumda Tirta Bengi Per 31 Desember 2024.

Dalam laporan itu dituliskan, Pada tahun 2024 Perumda Tirta Bengi memperoleh pendapatan sejumlah 5,7 Miliar. Pendapatan ini bersumber dari Penjualan Air sebesar 5,33 miliar dan Pendapatan Non Air 397 Juta.

Pendapatan 5,7 Miliar itu kemudian dikurangi Beban Pokok Usaha sebesar 2,57 Miliar, dengan rincian :

Beban Instalasi Sumber 248,6 Juta; Beban Instalasi Pengolahan 775 juta; dan Beban Instalasi Transmisi dan Distribusi 1,55 Miliar.

Sisa pendapatan yang kemudian menjadi Laba Kotor berjumlah, 3,15 Milar.

Laba Kotor 3,15 Miliar ini kemudian dikurangi kembali oleh Beban Umum dan Administrasi Perumda Tirta Bengi sebesar 5,38 Miliar, diantaranya;

Beban Pegawai 2,97 Miliar; Beban Kantor
242 Juta; Beban Hubungan Langganan 69,7 Juta; Beban Litbang 10, 5 Juta; dan Beban Keuangan 51 juta.

Ditambah lagi dengan Beban Pemeliharaan 179,5 juta; Rupa-Rupa Biaya Umum 742,5 Juta; Beban Penyusutan Bangunan 74,4 Juta; dan Beban Penyusutan Peralatan 12 Juta.

Ada juga Beban Penyusutan Inventaris 51,3 juta; Beban Amortisasi 19,2 Juta; dan Beban Penyisihan Piutang 954,2 Juta.

Laporan itu menyimpulkan, Laba (Rugi) Bersih Perumda Tirta Bengi mencapai angka 2,22 Miliar.

Tim Lintasgayo.com sempat terhubung dengan Plt. Direktur Perumda Tirta Bengi, Samusi Purnawira Dade, S.IP.,M.Si, pada Jum’at siang (04/07/2025).

Dade panggilan akrab Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bener Meriah itu bercerita bahwa masih banyak tantangan untuk memaksimalkan Perumda Tirta Bengi khususnya dalam hal pelayanan kepada masyarakat.

“Masih terdapat banyak tantangan dalam mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat, diantaranya adalah peremajaan pipa, perbaikan jaringan dan pergantian alat secara berkala,” ujarnya.

Namun kata Dade, sejak sejak tahun 2005 hingga saat ini, Perumda Tirta Bengi telah bertransformasi menjadi perusahaan yang berkembang.

“Hal ini ditandai dengan capaian katagori sehat oleh BPKP Perwakilan Propinsi Aceh,” ungkapnya.

Dade juga mengungkapkan langkah paling penting ialah menjaga sumber air yang selama ini menjadi dasar pelayanan, mengingat debit sumber air tersebut sudah sangat berkurang.

“Hal ini dikarenakan banyak faktor diantaranya kawasan telah berubah fungsi menjadi perkebunan,” ujarnya.

“Oleh karenanya, diharapkan ke depan direktur Perumda Tirta Bengi harus memiliki visi dan orientasi maksimal dalam memajukan perusahaan disamping juga berkontribusi pada pembangunan daerah,” tutup Samusi Purnawira Dade. (Mhd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.