
Banda Aceh | Lintasgayo.com Gegap gempita mewarnai ajang final Pra PORA 2025 cabang olahraga tinju yang berlangsung di Taman Sultanah, Banda Aceh.
Kabupaten Bener Meriah berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah olahraga Aceh. Setelah sebelumnya empat atlet Tinju lolos ke Pora 2026 Aceh jaya, dua dari empat petinju tersebut berhasil menyabet medali, satu emas dan satu perunggu.
Adinda Priskayani, sang “Ratu Ring” dari kelas 52 kg putri, tampil garang dan nyaris tanpa cela. Pukulan demi pukulan telak yang ia layangkan membuat lawan tak berkutik hingga akhirnya medali emas pun berhasil dibawa pulang ke Tanoh Gayo.
Sementara itu, Alfisyah yang berlaga di kelas 48 kg putra, menunjukkan daya juang luar biasa dan sukses menggondol medali perunggu dengan penuh kebanggaan.
Ketua Pengcab PERTINA Bener Meriah, Sapri Gumara, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
“Ini bukan sekadar menang di atas ring. Ini adalah lonceng kebangkitan olahraga tinju Bener Meriah! Anak-anak kita bertarung bukan cuma pakai otot, tapi dengan semangat dan harga diri. Saya bangga luar biasa,” ujar Sapri yang juga anggota DPRK Bener Meriah dengan mata berbinar, Jum’at (11/07/2025).
Menurut Sapri, kemenangan ini merupakan buah dari kerja keras tim pelatih, dukungan masyarakat, serta komitmen bersama dalam membangkitkan olahraga yang sempat redup di daerah berhawa sejuk itu.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, kepada pemerintah daerah, KONI, para pelatih, dan keluarga besar atlet. Prestasi ini bukan akhir, tapi baru langkah awal menuju kejayaan yang lebih besar di PORA Aceh Jaya 2026 nanti,” tegasnya penuh semangat.
Dengan keberhasilan ini, Bener Meriah tak hanya memastikan langkah ke PORA, tapi juga mengukuhkan diri sebagai kekuatan baru dalam dunia tinju Aceh yang patut diperhitungkan. (Mhd)
