Nasib Dirut Muyang Kute Kini Ditangan Bupati Tagore, Akankah Lengser?

Suasana Aksi Demo GMNI. Dok. Ist

Redelong | Lintasgayo.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar aksi demo di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah, Rabu, (23/07/2025).

Aksi itu menuntut pembenahan menyeluruh Rumah Sakit kebanggaan masyarakat Bener Meriah itu.

Salah satu poin tuntutan yang disuarakan oleh belasan Kader GMNI Bener Meriah itu adalah mencopot jabatan Sri Tabah hati dari jabatan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muyang Kute.

“Manajemen RS Muyang Kute bobrok, saya selalu mengkritiki dari sejak tahun 2022. Namun tak ada yang berani mencopot jabatan Direktur, ini ada apa. Jangan – jangan ada permainan antara anggota dewan bersama pihak eksekutif,” ungkap Khairuddin dalam orasinya mewakil masa aksi.

Setelah menyampaikan orasi didepan gerbang DPRK, masa aksi kemudian masuk kedalam gedung dan diterima langsung oleh Komisi D DPRK Bener Meriah.

Kemudian, setelah melalui diskusi panjang disepakati oleh masa aksi dan DPRK untuk memberikan 4 rekomendasi kepada Bupati Bener Meriah.

Adapun rekomendasi tersebut adalah;

1. Pemberhentian Direktur RSUD Muyang Kute (Tindakan Segera).
2. Pembentukan Tim Khusus Investigasi dan Pemulihan RSUD.
3. Pemulihan Fasilitas dan Infrastruktur.
4. Perombakan Sistem Administrasi Klaim dan SDM.

Ke-empat rekomendasi ini kemudian ditanda-tangani oleh pihak-pihak yang hadir dan akan diserahkan kepada Bupati Bener Meriah untuk ditindaklanjuti.

Pasca aksi dan munculnya surat rekomendasi dewan, Nasib Direktur RSUD Muyang Kute kini sepenuhnya berada ditangan Bupati Bener Meriah, Ir. Tagore Abubakar.

Akankah Bupati Tagore menggeser posisi Dirut RSUD Muyang Kute Sri Tabah hati, atau malah sebaliknya? (Mhd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.