Mahasiswa KKN Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Buat Kopi Menjadi Cascara Dan Pengharum Ruangan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Dok Ist.

Malang | Lintasgayo.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya melaksanakan program pemanfaatan kopi berupa sosialisasi dan praktik pembuatan kopi menjadi cascara dan juga pengharum ruangan kepada ibu rumah tangga di Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang pada 8 dan 16 Juli 2025 lalu.

Sosialisasi dan praktik pembuatan kopi menjadi cascara dan pengharum ruangan tersebut bertujuan untuk meningkatkan potensi kopi untuk produk non-konsumsi yang dapat diperjual belikan.

Selain sosialisasi dan praktik pembuatan cascara dan pengharum ruangan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya melaksanakan program digitalisasi pemasaran untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memasarkan produk olahan kopi.

Kopi merupakan komoditas utama yang dihasilkan oleh Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Hampir seluruh masyarakat disana memiliki lahan kopi dan mengolah kopi.

Namun, kopi hanya dimanfaatkan untuk minuman kopi dan penjualannya kurang luas karena masih jarang diantara masyarakat Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang yang menjual olahan kopi mereka secara online.

Hal ini menjadi alasan terbentuknya program pemanfaatan kopi berupa sosialisasi dan praktik pembuatan kopi menjadi cascara dan pengharum ruangan yang dilanjutkan dengan program digitalisasi pemasaran melalui e-commerce oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

Cascara merupakan teh yang bahan utamanya adalah kulit kopi. Pemanfaatan kulit kopi menjadi teh selain untuk diversifikasi olahan kopi juga sebagai upaya pengurangan limbah kulit kopi yang terbuang. Sebelum biji kopi digiling menjadi bubuk, biji kopi melalui proses pengupasan kulit dengan alat.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Bryan mengatakan biji dan kulit kopi akan terpisah secara otomatis.

‘’kami berpikir bagaimana caranya agar kulit kopi tidak terbuang dan dapat dimanfaatkan menjadi produk lain yang bermanfaat. Cascara cukup menarik sebagai produk olahan kopi yang bukan berasal dari biji kopi,’’ ujar Bryan.

Hal yang sama disampaikan oleh mahasiswa KKN lainnya Filza, pemanfaatan bubuk kopi menjadi pengharum ruangan yang menargetkan ibu rumah tangga bertujuan untuk membuka potensi yang lebih luas dengan cara yang sederhana namun kreatif untuk menambah penghasilan ibu rumah tangga.

“lewat program ini kita ingin menambah nilai jual kopi lokal dan membuka potensi mencari cuan dengan cara yang berbeda,” jelas Filza.

Kedua program yang telah dilaksanakan mengundang atensi yang luar biasa dari ibu-ibu rumah tangga.

Menurut mereka pembuatan cascara dengan bahan utama kulit kopi sangat menarik dan rasa dari cascara enak. Begitu juga dengan pengharum ruangan, ibu-ibu rumah tangga merasa proses pembuatan pengharum mudah dan menyenangkan untuk dilakukan sendiri di rumah.

“Hitung-hitung bisa isi waktu luang di rumah, lumayan kalau nanti bisa dijual,” ujar Suyanah warga setempat.

Melihat potensi dari produk kopi yang dihasilkan masyarakat Desa Tulungrejo, sangat disayangkan jika pemasaran hanya dilakukan secara offline karena pemasarannya dinilai kurang luas.

Oleh karena itu dilaksanakan program sosialisasi digitalisasi pemasaran melalui e-commerce untuk membantu pemasaran kopi di Desa Tulungrejo menjadi lebih luas dan mengajak pelaku usaha kopi di Desa Tulungrejo melek teknologi agar tidak tertinggal dengan zaman.

Sosialisasi dilakukan dengan mengenalkan apa itu e-commerce, bagaimana menggunakan e-commerce sebagai media berjualan, dan bagaimana menghindari penipuan di e-commerce.

Selain itu, mahasiswa KKN Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya menunjukkan bagaimana membuat akun di aplikasi e-commerce untuk berjualan.

‘’Harapan kami melalui dilaksanakan program ini adalah masyarakat dapat memiliki pengetahuan baru dalam memanfaatkan kopi seperti pembuatan cascara yang berasal dari kulit kopi, lalu memanfaatkan bubuk kopi sebagai pengharum ruangan, dan bagaimana memasarkan produk-produk kopi yang masyarakat jual secara luas melalui platform online,’’ jelas May mewakili seluruh anggota KKN Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

Setelah terlaksananya program pemanfaatan kopi menjadi cascara dan pengharum yang dilanjutkan dengan sosialisasi digitalisasi pemasaran melalui e-commerce diharapkan juga Masyarakat Desa Tulungrejo dapat mempraktikkan sendiri sesuai yang telah diajarkan oleh anggota KKN Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya serta dapat melanjutkan program untuk mencapai keuntungan ekonomi yang lebih tinggi. (Mhd/Ril)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.