
Redelong | Lintasgayo.com – Camat Syiah Utama, Mustakim, S.I.Kom, memfasilitasi mediasi antara Reje Kampung Wihni Durin dan pihak Puskesmas Samar Kilang terkait video viral yang memperlihatkan fasilitas kesehatan tersebut dalam keadaan kosong tanpa petugas. Video tersebut sempat viral dan menjadi perdebatan di platform media sosial pada Sabtu (26/7/2025).
Menurut Mustakim, kejadian bermula saat Reje Kampung Wihni Durin membawa warganya yang sedang sakit menuju Puskesmas Samar Kilang sekitar pukul 14.30 WIB. Saat tiba, puskesmas dalam keadaan terbuka namun tidak ditemukan petugas piket ataupun tenaga medis.
“Karena panik dan bingung, Reje kampung mendokumentasikan kondisi itu dalam sebuah video singkat. Video tersebut awalnya tidak dimaksudkan untuk disebarkan ke media sosial,” jelas Mustakim, Selasa (30/7/2025).
Namun video itu kemudian tersebar melalui WhatsApp dan menjadi viral di berbagai platform seperti Instagram dan Facebook, sehingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Beberapa saat setelah perekaman, Reje memanggil seorang bidan yang tinggal di seberang puskesmas. Bidan tersebut kemudian menghubungi Dokter Nusantara yang bertugas dan berdomisili di Samar Kilang. Pasien akhirnya mendapatkan penanganan medis.
Pada Senin malam (29/7), sekitar pukul 23.00 WIB, sejumlah warga yang terpengaruh video tersebut mendatangi Puskesmas Samar Kilang. Mereka mempertanyakan ketiadaan petugas pada hari kejadian. Petugas piket menjelaskan bahwa jam layanan Puskesmas pada hari Sabtu hanya sampai pukul 13.00 WIB dan setelah itu petugas piket telah pulang.
Keesokan harinya, pihak Puskesmas berkoordinasi dengan Camat Syiah Utama untuk memfasilitasi pertemuan dengan Reje Kampung. Seusai mengikuti musyawarah ketahanan pangan di Kampung Goneng, Camat Mustakim bersama Reje Kampung, Ketua Forum Reje Samar Kilang Bapak Samin, dan sejumlah staf menuju Puskesmas Samar Kilang untuk mediasi.
“Alhamdulillah, kedua belah pihak sepakat bahwa telah terjadi kesalahpahaman. Mediasi berlangsung baik dan Reje Kampung bersedia membuat video klarifikasi serta permohonan maaf atas kegaduhan yang tidak disengaja tersebut,” ujar Mustakim.
Camat berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar komunikasi antara masyarakat dan tenaga kesehatan di kecamatan Syiah Utama khususnya semakin terbuka dan terjaga. (Ihfa)
