
Takengon | Lintasgayo.com – Menanggapi pemberitaan sebelumnya mengenai excavator (beko) bermerek Hitachi EX200 yang terjatuh di Kampung Atu Payung, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, tokoh masyarakat Serule, Bakar, memberikan klarifikasi.
Ia menegaskan bahwa alat berat tersebut sama sekali tidak terkait dengan aktivitas tambang ilegal, melainkan digunakan untuk perbaikan jalan perkebunan milik warga setempat.
“Alat berat itu disewa masyarakat untuk memperbaiki jalan perkebunan yang rusak akibat cuaca dan sering dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian,” jelas Bakar saat dikonfirmasi oleh Lintasgayo.com, Rabu malam (13/8/2024).
Ia menambahkan bahwa jalan tersebut sangat vital bagi warga karena menghubungkan sejumlah kebun dan pemukiman. Kerusakan jalan dinilai menghambat distribusi hasil pertanian, sehingga diperlukan perbaikan menggunakan alat berat.
“Kami mohon agar tidak ada salah paham. Ini murni untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk tambang ilegal seperti yang diduga,” tegas Bakar.
Sementara itu, terkait insiden excavator yang terjatuh, Bakar menjelaskan bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan akibat medan yang licin dan tidak stabil. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, dan proses evakuasi alat berat sedang dilakukan dengan bantuan warga.
Pihaknya juga memastikan bahwa penggunaan alat berat tersebut telah dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan dan tidak bermaksud merusak infrastruktur jalan umum. (Mawardi)
