
Takengon| Lintasgayo.com – Noprizal Putra, pelajar asal Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, yang saat ini sedang menuntut ilmu di Pakistan, dilaporkan tengah mengalami sakit dan memerlukan penanganan medis yang lebih intensif. Sayangnya, keterbatasan biaya membuat keluarga tidak mampu memulangkannya ke Indonesia.
Dalam sebuah video berdurasi 1 menit 58 detik yang beredar di media sosial dan turut diterima lintasgayo.com pada 16 Agustus 2025, ibu Novrizal, Susilawati, menyampaikan permohonan bantuan dari berbagai pihak untuk membantu kepulangan anaknya.
“Saya memohon kepada Bapak/Ibu untuk pengobatan anak saya agar bisa pulang ke Indonesia,” pintanya dengan suara terbata-bata melalui video tersebut, sambil menambahkan, “Sudah berkomunikasi juga dengan Diaspora Indonesia-Inggris sekaligus Inisiator Diaspora Gayo Dunia yang saat ini tinggal di London, Pak Yusradi Usman al-Gayoni.” Imbuhnya.

Secara terpisah, saat dikonfirmasi melalui pesan WA dari Inggris (17/8/2025), kepada lintasgayo.com, Yusradi Usman al-Gayoni, membenarkan apa yang disampaikan Susilawati. “Rabu, tanggal 13 Agustus 2025, Ibu Susilawati me-WA saya. Tentu, coba dibantu sebisanya. Ke kuneh pe, urang kite ni. Ari tanoh tembuni. Saya sarankan, Ibu Noprizal langsung ke Baitul Mal Aceh Tengah, seperti yang saya sampaikan juga ke keluarga Al Muttakim, pekerja migran Indonesia asal Asir-Asir, korban online scammer dan perdagangan manusia, yang sudah berhasil dipulangkan ke Tanoh Tembuni,” akunya.
Dilanjutkan Yusradi, keesokannya harinya (Kamis, 14/8/2025), dirinya langsung komunikasi dengan Ketua Baitul Mal Aceh Tengah, Azkia Umar, menyampaikan sekaligus membahas persoalan pelajar Aceh Tengah di Pakistan, Asia Selatan tersebut. Termasuk, dengan Komisioner Baitul Mal Aceh Tengah lainnya: Azhar Aziz, Fakhruddin Cibro, dan Uun Fajaruna.
“Kalau ternyata di Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah, tidak ada anggaran, melalui World Gayonese Community (Diaspora Gayo Dunia) insyaAllah akan digerakkan eteng-eteng iyak (open donasi, fund raising), alang tulung beret bebantu, seperti yang dilakukan untuk pemulangan Muhammad Fahmi, pekerja migran asal Simpang Teritit Bener Meriah yang juga korban online scammer dan perdagangan manusia di Kamboja dan sebagian untuk Al Muttakim tadi, sebelum dibantu Baitul Mal Aceh Tengah.
Hal ini, sejak awal sudah saya sampaikan ke Ibu Susilawati. Kita doakan sama-sama, semoga pengobatan dan kepulangan Noprizal berjalan lancar, sampai ke tanah air dan Tanoh Tembuni,” tutup Yusra. (LG07)
