Pemilik Kuda Bener Meriah Merasa Dipersulit, Begini Kata KONI Aceh Tengah

Pemilik Kuda Bener Meriah bersiap meninggalkan lapangan H.M Hasan Gayo. Dok Ist.

Takengon | Lintasgayo.com – Wakil Ketua Komunitas Kuda Pacu Tradisional Gayo (KKP Traga) Bener Meriah, Azhari mengungkapkan alasan pihaknya memilih tarik diri dari Pacuan Kuda Tradisional Gayo dalam rangka Semarak HUT ke-80 RI di Lapangan H.M. Hasan Gayo, Blang Bebangka, Pegasing, Aceh Tengah.

Menurutnya, mereka dipersulit terkait dengan urusan administrasi oleh pihak panitia. Padahal, sejak dua hari berada di lokasi, berbagai persyaratan telah mereka penuhi.

“Mulai dari surat menyurat terkait kandang yang disepakati hanya untuk 7–8 hari, namun belakangan diminta ditanggung biaya hingga sebulan penuh, terhitung 10 Agustus–10 September 2025,” katanya.

“Semua sudah kami setujui, sudah kami penuhi. Tapi kemudian diminta lagi surat pengantar dari Bupati Bener Meriah. Masak hal seperti itu pun harus ada pengantar Bupati? Kami keberatan. Lebih baik kami ambil kebijakan untuk pulang,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam data komunitas terdapat 79 ekor kuda yang dipulangkan ke Bener Meriah. Saat ini sekitar 50 ekor sudah tiba lebih dulu.

“Kalau nanti ada kuda yang tetap ikut bersama Pordasi, itu di luar keputusan kami. Yang jelas data komunitas kami ada 79 ekor, dan sudah kami pulangkan,” pungkas Azhari.

Koni Membantah

Panitia penyelenggara dalam hal ini Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Aceh Tengah membantah pihaknya mempersulit administrasi komunitas Pacuan Kuda Bener Meriah.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris KONI Aceh Tengah, Yusnardi, melalui sambungan telepon miliknya, Minggu (23/08/2025).

Menurut Yusnardi dalam melaksanakan event pacuan kuda dalam rangka HUT ke-80 RI pihaknya masih meminjam fasilitas lapangan H.M Hasan Gayo yang sampai saat ini belum diserah terimakan.

“Sehingga, kami panitia membutuhkan penanggung jawab dari setiap kabupaten untuk menjaga fasilitas yang digunakan, khususnya kandang,” ungkapnya.

Untuk Bener Meriah kata Yusnardi, pihaknya telah membuka ruang bagi kedua belah pihak yaitu Pordasi Bener Meriah dan pemilik kuda yang tidak tergabung kedalam pordasi untuk menunjuk masing-masing satu penanggung jawab.

“Dalam hal ini, untuk pemilik kuda yang tidak tergabung dalam pordasi kita minta sebuah surat dari Pemkab Bener Meriah menunjuk penanggung jawab. Surat inilah yang belum kami terima hingga saat ini,” katanya.

Pada intinya kata Yusnardi, panitia penyelenggara dalam hal ini KONI Aceh Tengah mengedepankan upaya untuk menjaga fasilitas lapangan yang masih dipinjam pakai. (Mhd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.