PBUK Tahun Anggaran 2025 Di UPTD BLK Redelong Berakhir

Plt Sekda Armansyah saat foto bersama peserta pelatihan. Dok ist.

Redelong | Lintasgayo.com – Plt. Sekretaris Daerah Bener Meriah Armansyah, SE., M.Si resmi menutup kegiatan Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi (PBUK), yang berlangsung di Aula Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Redelong, Rabu (27/08/2025).

Penutupan PBUK ini ditandai dengan penyerahan sertifikat kompetensi kepada perwakilan peserta yang telah menyelesaikan PBUK.

Plt. Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kabupaten Bener Meriah Abdul Hadi, S. Sos., M.A.P dalam laporannya menyebutkan, pelatihan berdasarkan unit kompetensi yang di selenggarakan oleh Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan UPTD BLK Redelong meliputi 5 paket pelatihan.

“Las Pabrikasi, Menjahit Kerawang Gayo, Barista dan Roasting, Pembuatan Roti dan Kue dan Otomotif,” ujarnya.

Pelatihan tersebut kata Abdul Hadi diikuti oleh 80 orang peserta. Terdiri dari Laki-laki sebanyak 47 orang, Perempuan 33 orang.

“Para peserta pelatihan ini bersumber dari data P3KE dan BTKS penduduk Bener Meriah yang masih usia produktif untuk menjadi calon tenaga kerja. Semua peserta pelatihan di berikan fasilitas berupa uang saku, baju olah raga 1 set per orang, sepatu safety untuk kejuruan teknis las Dan konsumsi selama pelatihan,” terangnya.

Ia menambahkan, PBUK yang dilaksanakan tersebut berasal dari Dana DOKA Kabupaten Bener Meriah Tahun Anggaran 2025.

Abdul Hadi menambahkan berkat pelatihan yang diselenggarakan tersebut sudah ada 6 orang alumni bidang pembuatan roti dan kue telah mampu membuka usaha sendiri.

Sementara itu, Plt. Sekda Bener Meriah Armansyah, dalam arahanya menyampaikan terimakasih kepada instruktur pelatihan atas bimbingan yang telah diberikan kepada semua peserta.

“Kami harap bimbingan yang di berikan tidak hanya sebatas di UPTD BLK, namun, bimbingan juga harus diberikan kepada mereka ketika telah terjun di tengah masyarakat atau telah membuka usaha sendiri,” pintanya.

Armansyah juga meminta agar pihak penyelenggara memastikan kurikulum sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan jaman. Sertifikasi kompetensi juga harus menjadi setandar setiap pelatihan.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemda Bener Meriah melalui Dinas Koperasi dan UMKM memberikan bantuan peralatan penunjang kepada para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan untuk membuka usaha.

“Kami harap bantuan peralatan itu harus benar-benar di gunakan untuk usaha,” tutupnya. (Mhd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.