
Takengon | Lintasgayo.com – Seorang warga Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Muhammad Sanusi, mengaku heran setelah membeli gas subsidi 3 kilogram.
ia menemukan label tabung gas itu bertuliskan salah satu perusahaan penyaluran gas subsidi beralamatkan Kampung Reje Guru, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.
Sanusi sempat kesusahan mendapatkan gas subsidi bantuan pemerintah di kawasan Kecamatan Bebesen, ia sempat berkeliling hingga menemukan tempat penjualan gas disalah satu kios.
“Sejak Senin kemarin saya keliling – keliling cari gas, baru saya dapatkan tadi, itupun di kios, bukan di pangkalan gas pada umumnya,” katanya kepada awak media Rabu (10/09/2025).
Harga gas tersebut dijual Rp 30 ribu per tabung, dijual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Nah ketika sampai dirumah, saya heran, kok labelnya bukan Aceh Tengah, entah ini menyasar atau bagaimana. Seharusnya gas ini adalah hak warga Bener Meriah,” katanya.
Sanusi menambahkan, pola pendistribusian gas subsidi sudah seharusnya dibenahi oleh pemerintah agar tidak terjadi kelangkaan.
“Ketersedian gas di Takengon ini agak sedikit susah. Rata – rata masyarakat membeli gas subsidi di kios, bukan di pangkalan. Seharusnya distribusi itu dari pangkalan langsung ke masyarakat, tapi ini tidak,” ujarnya.
Demikian pula terkait harga, menurut Sanusi, penjualan harga eceran tertinggi sesuai peraturan pemerintah berkisar Rp 18 ribu sampai Rp 23 ribu per tabung atau tergantung jarak jauh.
“Namun hari ini, di Aceh Tengah penjualan di pusat kota saja sudah mencapai Rp 30 ribu, nah bagaimana dengan di pelosok perdesaan, tentu diatas itu. Dan sampai saat ini kami tidak pernah membeli sesuai harga HET,” ujarnya.
Terkahir, dirinya berharap pemerintah untuk segera membenahi persoalan tersebut.
“Terkait gas subsidi label Bener Meriah yang saya dapatkan, harus dilakukan investigasi oleh pihak terkait,” ujar Sanusi. (Mhd)

Jls yg salah Pemda yg punya kuota gas tp gk bisa ngatur