
Takengon | Lintasgayo.com – Suara serak nan memilukan terdengar dari seorang Ibu paruh baya yang merupakan pedagang di pasar Paya Ilang Aceh Tengah.
Dalam video yang beredar luas di jagat media sosial sejak Jum’at malam (12/09/2025), terlihat seorang ibu menggunakan bahasa gayo mengeluhkan kesulitan yang ia rasakan akibat rentenir berkedok koperasi yang marak di Pasar Paya Ilang.
Keluhan itu ia tujukan langsung kepada Bupati Aceh Tengah, Drs Haili Yoga M.Si.
“Karena hana, sen koperasi seni nge munekan munonoh kami, hana kati gere ibatasi koperasi ni, kunei ku Haili Yoga a, kami nge mati-matian buet ne wan pasar ni, ini gere sangup neh kami, (Karena apa, uang koperasi sekarang sudah menekan membunuh kami, kenapa tidak dibatasi koperasi ini, tanyakan kepada Haili Yoga, kami sudah mati-matian bekerja di pasar ini, tidak sanggup lagi kami),” ujarnya.
Belakangan, diketahui ibu tersebut bernama SRI, seorang pedagang di Pasar Paya Ilang.
Ibu Sri juga mengeluhkan tidak adanya bantuan dari pemerintah setempat untuk mereka para pedagang. Ia juga menagih janji kampanye Bupati Haili saat kampanye dulu.
“Gere pernah ara iosahe bantuen untuk pedagang, anak kami sekulah, mejen mangan mejen gere, kune nge hejepe kami Haili Yoga, (Tidak pernah diberikannya kami bantuan untuk pedagang, anak kami sekolah, kadang makan kadang tidak, bagaimana sudah susahnya kami Haili Yoga),” ujar Ibu Sri penuh emosi.
Video tersebut mendapat beragam komentar dari pengguna Facebook, salah satunya akun @Vito Fitra Iwaniara II. Ia menuliskan komentar soal data inflasi Aceh Tengah yang menurut BPS tertinggi dengan laju 5,20 % dan IHK 113,81.
“Jarang coment tapi soal ini saya Coment. Setelah viral video ini saya mencari data ternyata ini yang terjadi. BPS Aceh mencatat inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah dengan laju 5,20 persen dan IHK 113,81. inflasi di atas 3,5 persen patut diwaspadai karena berpotensi menekan daya beli masyarakat. Tingginya inflasi di Aceh Tengah, yang notabene daerah penghasil pangan, memperlihatkan adanya masalah distribusi dan tata niaga,” tulis Vito.
“Jika inflasi tidak dikendalikan, masyarakat terutama kelompok rentan akan semakin kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya dan menekan daya beli masyarakat, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Daerah,” tambahnya lagi.
Ada juga akun @Diana Yusuf yang menuliskan komentar berbahasa gayo mendukung kinerja Bupati Haili juga meminta ibu Sri bersabar dan tidak mendengar hasutan orang lain.
“Alhamdulillah dele nge kite engon perubahan baik selama BPK bupati dan wakil bupati menjabat, seber ibu i tetah BPK a areh areh bewene, enti inpengen si tukang jalu ibu š, (Alhamdulillah banyak sudah kita lihat perubahan baik selama bapak Bupati dan Wakil Bupati menjabat, sabar ibu, diperbaiki bapak tu pelan-pelan semua, jangan didengarkan yang tukang adu domba ibu),” tulisnya.
Video tersebut telah saksikan lebih dari 10 ribu pengguna Facebook dan dibagikan puluhan kali.
Tim Lintasgayo.com kemudian mencoba terhubung dengan Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Aceh Tengah, Zulkarnaen, SE, MM untuk menanyakan pendapatnya terkait hal ini.
Namun, hingga berita ini terbit, pesan singkat Whatsap yang Tim Lintasgayo.com kirimkan belum dijawab, meski telah centang dua sebagai tanda sudah dibaca. (Mhd)
