Harga Rendah, Petani Getah Pinus Di Aceh Tengah Kesulitan Hidup Layak

Petani getah pinus, Setia Nawar. Dok Ist.

Takengon | Lintasgayo.com – Rendahnya harga jual getah pinus di Aceh Tengah mengancam kelangsungan hidup keluarga penyadap getah pinus, betapa tidak,
harga yang dibeli pengepul hanya berkisar Rp6.000-Rp7.000 per kilogram untuk getah basah.

Hal ini membuat para penyadap kesulitan memenuhi kebutuhan dasar di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.

Rahmandia (38), salah seorang petani penyadap, mengungkapkan keprihatinannya. Menurutnya, Per kilo getah hanya dibeli 6000-7000 rupiah saja.

“Pendapatan tersebut tentu tidak cukup memenuhi kebutuhan keluarga. Harga sembako yang terus naik membuat kami semakin tertekan,” ujarnya, Selasa (16/09/2025).

Situasi ini diperparah oleh struktur harga yang tidak menguntungkan petani, PT. Jaya Media Internusa (JMI) sebagai pembeli utama membeli getah kering dari pengusaha lokal seharga Rp13.500 per kilogram.

Namun, setelah dipotong biaya pajak sebesar Rp2.342 per kilogram dan biaya operasional lainnya seperti ongkos langsir dari lokasi Ke gudang Rp. 1000.

“Margin yang tersisa bagi pengusaha pengumpul sangat tipis, yang berimbas langsung pada harga beli ke petani penyadap,” ujar salah seorang pengepul getah pinus Setia Nawar.

“Mereka adalah ujung tombak penghasil getah. Tanpa para penyadap, tidak akan ada pasokan getah pinus,” tegasnya lagi.

Ia juga menegaskan bahwa kenaikan harga dari PT. JMI harus disalurkan secara transparan kepada petani penyadap.

Jika kondisi ini tidak segera diatasi kata dia, bukan hanya usaha pengumpul yang terancam kolaps, tetapi juga mata pencaharian para penyadap pinus yang menjadi tulang punggung perekonomian keluarga di pedesaan Aceh Tengah. (Mhd/Mawardi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.