
Takengon | Lintasgayo.com – Sejumlah tokoh masyarakat di Linge secara tegas menyuarakan dukungan agar PT. Jaya Media Internusa (JMI) pabrik pengolahan getah pinus, tetap dapat beroperasi.
Dukungan ini muncul menanggapi polemik dan pemberitaan yang berpotensi mengganggu aktivitas pabrik, yang dikhawatirkan akan berdampak langsung pada perekonomian warga.
Kekhawatiran utama yang disampaikan adalah ancaman penurunan harga getah pinus jika pabrik sampai ditutup.
Getah pinus merupakan salah satu komoditas andalan dan sumber penghidupan bagi banyak warga di sekitar Linge.
Reje Kute Baru, Effendi, mengungkapkan bahwa selama ini hubungan antara pabrik dan masyarakat berjalan harmonis.
“Kami mengaku khawatir jika pabrik ini tidak bisa beroperasi, karena sebagian besar pekerja di pabrik tersebut berasal dari masyarakat lokal yang menggantungkan penghidupannya dari usaha pengolahan getah tersebut,” katanya, Minggu (28/09/2025).
“Selama hampir lima tahun berjalan, pabrik selalu berhubungan baik dengan masyarakat, tidak pernah ada keluhan dari masyarakat sekitar. segala persoalan yang ada selalu dilakukan perbaikan karena mereka menerima masukan dari kami,” tambahnya.
Pernyataan senada disampaikan oleh tokoh pemuda Isaq, Musda. Ia mengaku heran dengan keluhan yang disampaikan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tertentu.
“Kami juga kaget, kenapa ada keluhan seperti yang disampaikan oleh LSM itu. Karena kondisi warga di sini sebenarnya tidak seperti itu. Kami merasa dampak keberadaan pabrik ini positif,” jelas Musda.
Kekhawatiran yang sama juga diutarakan oleh Mukim Isaq Rahmatsyah. Ia menegaskan bahwa keresahan di tingkat akar rumput justru adalah ketakutan akan dampak ekonomi.
“Masyarakat di sini takut terjadi penurunan harga getah akibat pemberitaan sebelumnya tentang rencana penutupan pabrik. Ini yang benar-benar dirasakan warga,” tegas Rahmatsyah.
Dukungan dari berbagai unsur masyarakat ini kata Rahmatsyah, menunjukkan bahwa keberadaan PT. JMI telah menjadi bagian penting dari rantai ekonomi Masyarakat Linge.
“Harapan kami agar pabrik dapat terus beroperasi sambil menyelesaikan berbagai persoalan yang ada melalui dialog dan koordinasi yang baik, sehingga kesejahteraan masyarakat tetap terjaga,” tutupnya. (Mawardi)
