Anak Petani Kelupak Mata Terjemahkan Alquran Berbahasa Gayo

Dr. Johansyah.

Catatan : Win Ruhdi Batin

Seorang anak petani dari Kampung Kelupak Mata, Kecamatan Kebayakan, berhasil menerjemahkan Alquran kedalam bahasa Gayo

Pekerjaan besar maha karya Johansyah ini dibuat selama beberapa tahun. Setahun lalu, Alquran berhalaman 775 , dengan ukuran 18 x 25 ,dipublikasikan di Banda Aceh. Dicetak oleh Bandar Publishing.

Menurut Johansyah, Alquran dengan terjemahan bahasa gayo ini bertujuan memasyaraktkan Alquran bagi masyarakat gayo dan melestarikan bahasa gayo.

Selain Alquran dengan terjemahan bahasa gayo, Johansyah juga menerbitkan Saer gayo. Pesan Alquran dengan sentuhan seni.

Siapakah Johansyah?
Orang tuanya petani kopi di Kelupak Mata. Ibunya seorang guru di MIN Kebayakan. Johansyah dari MIN, lalu melanjutkan ke MTsn 1, di Bom Takengon.

Kemudian melanjutkan pendidikannya di MAN 1 Takengon. Kemudian masuk IAIN, kala itu di Koetardja, Banda Aceh.

Johansyah lanjut di almamaternya kemudian menjadi UIN. Lalu menjadi Aparat Sipil Negara ,sebagai guru. Pernah bekerja di Baitul Mal dan kini bekerja di Dinas Syariat Islam.

Johansyah mendapat gelar strata 3 di UIN , bergelar Doktor. Selain sebagaai Asn, Dr Johansyah juga seorang penceramah , khatib dan dosen di Tanah Kelahirannya.

Podcast Lintasgayo yang segera membuat program khas berbahasa gayo,sebagai upaya pelestarian bahasa gayo, akan mengundang Dr Johan sebagai nara sumber perdana.

Misi Lintasgayo yang sama dengan yang dilakukan Dr Johan ,ikhtiar kecil pelestarian bahasa gayo yang dianggap bisa punah karena jumlah penuturnya kecil.

Data yang dihimpun menyebutkan penutur aktif dari generasi muda gayo tidak lagi berbahasa gayo. Mereka berbahasa Indonesia dirumah dan sekolah.Bahasa gayo hanya dikuasai generasi tua .

Domenyk Eades, yang meneliti bahasa Gayo, mengatakan. keberlangsungan bahasa daerah sangat tergantung pada dukungan pendidikan formal dan informal.

Karena upaya pelestarian masih terbatas.Juga dokumentasi, pembelajaran daring, dan promosi budaya Gayo belum massif. Lintasgayo akan membuat Podcast berbahasa gayo.

Rencananya, selain Dr Johan sebagai nara sumber, mereka yang dianggap peduli, paham dan ikut melestarikan bahasa gayo. Akan diwawancarai.

Mengulik apa dan bagaimana bahasa gayo sesungguhnya. Termasuk filsafat gayo. Makna tersembunyi dibalik kata adat, melengkan, saer , tengkeh yang kaya makna.

Dr Joni , seorang ahli peri mestike gayo pernah mengusulkan lembaga bahasa gayo dibuat untuk melestarikan bahasa gayo.

Konon , Dr Joni pernah membuat para penguji disertasi Doktornya menangis. Mereka yang menguji adalah para Profesor dari UNS Solo. Para Profesor ini tak kuat menahan tangis ketika Doktor Joni mengungkap makna kata bahasa gayo kedalam bahasa Indonesia. Semoga bahasa gayo lestari. Entahmi kite bebasa gayo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 comments