Pengembangan Literasi Gayo Terhalang biaya Cetak

Foto: Zulfan Diara, bersama penulis buku

Takengon | lintasgayo.com- Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Aceh Tengah , Zulfan Diara, ST, ditantang para penulis untuk mencetak buku mereka.

Tantangan itu diungkapkan para penulis yang sudah membuat buku , komik budaya gayo. Namun belum memilki dana cetak.

Kepala Perpustakaan dan Kearsipan mengundang sejumlah komunitas dan penulis , untuk mengembangkan literasi gayo di Perpustakaan Pinangan , Jumat (31/10/25).

Gedung perpustakaan dan kearsipan megah ini sebelumnya sempat diberitakan bermasalah pembangunanya.

Seperti dikatakan Kasmira Fatra yang telah membuat komik berbahasa gayo tahun 2018 , namun hingga kini belum juga dicetak.

Kasmira yang seorang guru membuat komik bersama adiknya, Agus Susanto, agar anak anak di gayo tertarik membaca dengan melihat gambar dengan memasukan budaya gayo . Resam Berume.

Kasmira bahkan sudah memberikan komik Resam Berume kepada Zulfan Diara, dengan harapan bisa dicetak dan disebarkan.
“Tiga tokoh dalam komik ini, Win Lisik, Joko dan Leman”, jelas Kasmira penuh harap.

Tujuh tahun sudah, Kasmira berupaya mencetak komiknya, namun belum juga berhasil. “Seandainya saya punya biaya sendiri, saya tak berharap dicetak oleh daerah”, tegasnya kecewa.

Kasmira bertamsil dengan kalimat, ” emping ara. Uah gere ara. Tetok gere bertulen. Sikit gere mu usi”.

Kasmira menilai, kampanye penyelamatan bahasa gayo dari kepunahan hanya orasi.

Sayid Fadil Asgar , penulis dari Lingkar Pena menyatakan kekuatiran rendahnya dan tidak pedulinya para pelajar akan literasi.

Sayid dan komunitas FLP mencoba memperkenalkan pentingnya literasi ke beberapa sekolah, namun respon pelajar dan guru kurang positip.

” Hanya satu sekolah yang menganggap literasi itu penting dengan mengajak pelajarnya peduli “, tegas Sayid.

Asmira Dieni dari forum Beru Gayo menyatakan keprihatinannya rendahnya minat literasi dikalangan pelajar.

Asmira yang juga seorang guru, meminta perpustakaan lebih terbuka dan memiliki inovasi agar menarik dikunjungi. Sering menggelar acara bagi pelajar dan memberi penghargaan bagi pelajar berprestasi.

Asmira dalam kesempatan itu memberikan buku karangannya kepada Kepala Perpustakaan. Buku itu ditulis bersama Zuliana Ibrahim dan seorang lainnya dalam tiga bahasa. Gayo, bahasa Indonesia dan Inggris. Berjudul Sengkewe.
“Ini sudah buku ketiga kami”, ujar Zuliana Ibrahim. Guru yang juga seniman.

DR. Salman Yoga, seniman, penulis dan dosen menyatakan pentingnya literasi pada pimpinan daerah dan Dprk.

“Jika mereka tak peduli literasi, biarlah sejarah nanti yang mencatatnya “, tegas Salman.

Zulfan Diara mengatakan menampung semua masukan dan meneruskanya pada pimpinan daerah dan legislatif. Hadir juga disana, Rahmat Jayadikarta, staf ahli pimpinan Dprk.

Zulfan merinci Perpustakaan memiliki 150 ribu buku dengan 50 ribu judul.

(Ashaf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.