Bupati Haili Pasang Target Rumah Sakit Regional Pegasing Beroperasi Oktober 2026

Rapat kerja tim percepatan operasional Rumah Sakit Regional. Dok Prokopim Aceh Tengah.

Takengon | Lintasgayo.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama Pemerintah Aceh terus mempercepat proses operasional Rumah Sakit Regional Pegasing.

Pemkab Aceh Tengah pasang target rumah sakit itu sudah beroperasi pada Oktober 2026.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari peristiwa overload pasien di RSUD Datu Beru Takengon yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati Aceh Tengah, turut dihadiri langsung oleh Plh. Kadis Kesehatan Provinsi Aceh Ferdiyus, SKM., M.Kes., beserta tim teknis provinsi, serta jajaran SKPK Pemkab Aceh Tengah dan perwakilan DPRK Aceh Tengah.

Dipaparkan kajian strategis persiapan operasional Rumah Sakit Regional Aceh Tengah, meliputi aspek infrastruktur, perizinan, layanan unggulan, SDM, hingga kebutuhan alat kesehatan (Alkes).

Ferdiyus menjelaskan, Pemerintah Aceh membentuk dua tim kerja yang akan turun langsung ke lapangan untuk menghitung prioritas ruangan dan persiapan kebutuhan tenaga kesehatan spesialis, sebagai dasar penganggaran tahun 2026.

“Kami akan mendorong percepatan operasional rumah sakit regional ini. Tahun depan akan dialokasikan bantuan keuangan tahun 2026. Proposal dari Pemkab Aceh Tengah sebesar Rp. 68 miliar sedang kita evaluasi untuk diakomodir dalam anggaran prioritas,” ujar Ferdiyus Selasa (04/11/2025).

Ia menegaskan, seluruh proses dilakukan secara hati-hati dan terukur agar pembangunan rumah sakit regional di Aceh Tengah dapat berjalan sesuai regulasi dan kebutuhan pelayanan masyarakat wilayah tengah Aceh.

Sementara itu, Dr. Rais dari tim teknis provinsi memaparkan sejumlah poin penting dalam kajian strategis, di antaranya, terpetakannya seluruh perizinan dan layanan unggulan rumah sakit.

“Analisis titik kritis safe hospital, ketersediaan SDM sesuai standar nasional, inventarisasi alat kesehatan yang bisa dipindahkan dan perlu dibeli baru serta rekomendasi model transisi penggunaan RS Regional, antara opsi pindah total RS Datu Beru atau pemberdayaan dua rumah sakit berdasarkan Permenkes Nomor 11 Tahun 2025,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan bahwa percepatan operasional rumah sakit regional adalah kebutuhan mendesak bagi masyarakat wilayah tengah di Probinsi Aceh, mengingat kapasitas RSUD Datu Beru yang sudah melebihi batas tampung.

“Pelayanan di RSUD Datu Beru sudah baik, namun seminggu ini terjadi overload di luar kapasitas. Kami sudah melaporkan langsung kepada Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Komisi IX DPR RI. Alhamdulillah, perhatian besar diberikan kepada wilayah tengah”, ujar Bupati.

Bupati Haili juga menegaskan pentingnya sinergi antara tim provinsi dan kabupaten dalam mempercepat langkah operasional rumah sakit.

“Hari ini kita menyamakan persepsi. Tim Kabupaten Aceh Tengah harus serius dan kuat, memahami skala prioritas mana yang harus didahulukan. Terima kasih kami sampaikan kepada Gubernur Aceh dan tim provinsi atas kepeduliannya”, tambahnya.

Rumah Sakit Regional Pegasing kata Bupati Haili, direncanakan menjadi rumah sakit tipe madya dengan minimal 200 tempat tidur, melayani rujukan regional untuk Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Nagan Raya.

“Dengan beroperasinya rumah sakit ini diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tengah Provinsi Aceh semakin merata dan berkualitas,” pungkasnya.

Kunjungan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga dan tim percepatan operasional Rumah Sakit Regional provinsi Aceh ke lokasi. Dok Prokopim Aceh Tengah.

Setelah itu, Bupati Haili bersama tim dari provinsi Aceh melakukan pengecekan lapangan ke lokasi Rumah Sakit Regional Pegasing. Kunjungan itu untuk melihat kondisi rumah sakit dan merumuskan kebutuhan penunjang. (Mhd/Prokopim AT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.