
Redelong | Lintasgayo.com – Publik di seputaran kota dingin heboh pasca beredarnya sebuah video seseorang dicurigai melakukan praktek mistis di sebuah Kantor Desa.
Video berdurasi beberapa detik itu memperlihatkan seorang pria paruh baya mengenakan peci dan kain sarung tampak sedang melempar sesuatu ke arah bangunan dan sekeliling kantor.
Dalam video itu, terdengar suara seseorang mendeskripsikan tindakan pria tersebut sebagai hal mistis dan berkaitan dengan pemilihan Reje Kampung.
“Siram terus, enti men alus boh (Jangan main halus ya),” teriaknya.
Usut punya usut, video itu diambil di salah satu Kantor Desa di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah. Diketahui, desa tersebut memang akan menggelar pemilihan Reje Kampung dalam waktu dekat.
Hal ini mengundang gelak tawa dari masyarakat Bener Meriah, banyak yang berkomentar perilaku pria tersebut sebagai sesuatu yang kuno dan ketinggalan jaman.
“Udah tahun 2025, masih ada yang percaya mistis,” ujar Aman Fitri kepada Lintasgayo.com, Rabu pagi (12/11/2025) usai menyaksikan video itu.
Lalu, apakah pria dalam video tersebut benar melakukan hal mistis?
Menjawab hal ini, Tim Lintasgayo.com mencoba mewawancarai seorang dukun diseputaran Simpang Tiga Redelong.
Setelah berulang kali melakukan analisis terhadap pakaian, gerakan dan pola penyiraman yang dilakukan pria dalam video itu, Ia menyimpulkan bahwa hal tersebut bisa jadi tindakan “Masang doa”.
“Ini bisa jadi “Masang doa”, namun tidak dapat kita simpulkan doa apa yang di pasang,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).
“Doa yang dipasang bisa pengusiran setan, kunci bumi, atau bahkan pengaseh (kasih sayang),” tambahnya.
Dukun ini menjelaskan, mengetahui doa yang dipasang dapat dilakukan jika diketahui medium atau barang yang dilempar.
“Misalnya garam untuk mengusir setan. Namun, setiap dukun punya mediumnya tersendiri, jadi tidak ada analisis baku yang bisa kita pakai untuk menyimpulkan hal ini,” ungkapnya.
Jika dikaitkan dengan pemilihan Reje kata dia, kemungkinan doa yang dipasang adalah kunci bumi atau doa pengaseh (Kasih sayang).
Terakhir, dirinya mengakui bahwa banyak orang yang datang untuk berobat terkait dengan pencalonan Reje.
“Banyak yang datang ke saya juga, urusan pemilihan Reje ini,” tutupnya. (Mhd)
