
Takengon | lintasgayo.com– Pantan Jemungket adalah kawasan ditemukannya Situs Atu Berukir di Umang Isaq Kecamatan Linge.
Sebuah kawasan yang jauh di pedalaman hutan Linge. Tempat dimana Atu Belah rawan berada.
Kawasan ini dipenuhi hutan pinus dan hutan tropis yang masih asri dan perawan. Penduduk disini tidak begitu banyak.
Berada disini seperti berada di negeri dongeng yang indah. Gambaran surga kecil yang nyaman dan tenteram.
Pantan Jemungket berbukit terjal dan lembah yang dijadikan rumah dan tempat bertani. Sawah, kopi, kacang, cabe dan tomat . Sebagian kecil penduduknya Menderes Pinus .
Penduduknya tampak sejahtera dengan hasil kebunnya. Sawah di tepi hutan dengan air melimpah.
Bukit dan gunung seputar kampung ditumbuhi pohon Uyem dan berbarengan dengan pohon kayu tropis. Dua jenis kayu di tempat yang sama. Satu keajaiban.
Tak jauh dari kampung ini adalah kawasan Pantan Geloah. Pantan Geloah dulunya adalah lahan perkebunan dan persawahan warga.
Semenjak masuk menjadi kawasan Hutan Buru, tidak boleh lagi digarap. Sebelum dijadikan kawasan hutan buru yang dilindungi. Penduduk Jemungket sudah mengolahnya sejak sebelum tahun 1960.
Sayangnya, kawasan hutan buru ini hanyalah nama hebat dalam peta di instansi konservasi beridiologi penyelamatan. Tapi tak berpungsi apa apa.
Nama Hutan Buru ini harumnya sampai ke luar negeri. Disebut sebut di laporan dan peta berwarna. Seperti simbol kejayaan yang gagal dimanfaatkan. Orasi dan pidato hingga mulut berbusa.
Namun , tak pernah dijalankan dan entah berarti dan bermanfaat untuk siapa.
Masuknya lahan yang sudah dibuka kakekny a itu sejak 1960 kedalam Kawasan Taman Buru melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 70/Kpts/Um/2/1978 tanggal 7 Februari 1978, membuat Nasrul tak berani lagi mengolah lahan itu.
47 Hutan Buru Linge hingga Kini tak jelas gunanya. Apa yang diburu dan siapa yang memburu. 47 tahun keberadaannya tak bermanfaat untuk Nasrul , Kepala Dusun Pantan Jemungket dan warganya.
Pantan Jemungket masih menyimpan misteri besar yang harus diungkap. Seperti mengumpulkan kepingan Puzzle yang terserak. Satu puzzle yang terlihat adalah Situs Atu Berukir. Akan kah ditemukan kepingan yang terbuka lainnya?
Yang pasti bukan lagi tentang Hutan Buru Linge yang tak jelas gunanya. Tapi perihal jejak sejarah gayo dari masa lalu yang adiluhung.
(Win Ruhdi Bathin)

Semoga situs atu berukir tersebut dapat dianalisis secara mendalam oleh kawan – kawan Antropolog, sehingga dapat diketahui apa sebenarnya pesan yang tertera di sana. 🙏