Foto : Dr. Salman Yoga S dan Zuliana Ibrahim, M.Pd, Acara Bedah Buku

Takengon | lintasgayo.com- Perpustakaan Daerah membedah buku Dr. Salman Yoga, S, berjudul, Batu Rupa Perempuan Membatu dan Rempah Ganja. Di salah satu ruang baca perpustakaan, Rabu ( 19/11/2025).

Dr. Salman di kesempatan itu mengatakan lebih memilih menulis buku agar bisa dibaca masyarakat luas. Dibanding menulis karya ilmiah yang dibaca terbatas.

Dua minggu setelah buku itu terbit, Sekjen pertanian RI langsung membedah buku tersebut di Jakarta, karena berisi tentang ganja sebagai produk pertanian di Aceh.

Buku ini kemudian masuk 10 besar karya sastra. Sementara satu buku lainnya, Klising masuk nominasi 4 besar.

Dikatakan Salman, buku tersebut ditulis sebagai kebesaran sejarah di gayo yang baru sedikit terungkap. Namun, banyak situs sejarah gayo yang dibiarkan tak terawat dan tidak dianggap penting oleh pemangku kepentingan.

” Di gayo, banyak sejarah yang menjadi dongeng”, sindir Salman.

Menurut penulis aktif yang banyak menerbitkan karya sastranya, buku sastra ini berisi sindiran dengan kata mabuk ganja. Kemabukan pada kekuasaan , harta ,tahta dan wanita. Bukan pada makna tanaman ganja secara fisik.

Pun begitu, pada Batu Rupa Perempuan Membatu yang bermakna mereka yang dipercaya sebagai pemimpin, tidak berbuat sesuatu yang berarti bagi masyarakat, dengan kalimat membatu.

Selain kedua judul tulisan itu, di bab ketiga buku tersebut , Salman juga menulis Antologi kopi.

” Kopi seperti sapi perah pemerintah”, ujar Salman. Dan berharap Pemda mencerdaskan kehidupan berbangsa dengan menerbitkan banyak buku. Dengan dana retribusi kopi yang dipungut secara resmi.

Salman juga berharap agar Pemda melindungi situs Atu Berukir di Umang Isaq. Demi menjaga kekayaan sejarah yang ada

Zuliana Ibrahim, penulis dan penyair gayo menjadi moderator di bedah buku ini.

Susilawati, wakil ketua Dprk Aceh Tengah yang juga hadir di bedah buku Perpustakaan Daerah karya Salman Yoga berjanji akan mendukung para penulis buku di Takengon dari Dprk.

“Jangan berhenti menulis. Saya berjanji akan membantu dari Dprk. Karna buku adalah warisan yang tak akan punah”, kata Susilawati memberi harap dan penulis di gayo tak lagi bersedih.

Zulfan Diara, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Daerah mengatakan membuka ruang di Perpustakaan untuk kegiatan yang kreatif. Perpustakaan daerah memiliki 150 buku dengan 50 ribu judul.

Bedah buku perpustakaan daerah ini dihadiri 50 orang dari komunitas menulis, mahasiswa,pelajar dan seniman. LK Ara, juga ikut hadir memberi semangat bagi kalangan muda. (Win Ruhdi Bathin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.