
Redelong | Lintasgayo.com – Sempat dikabarkan telah normal, statis Gunung Api Burni Telong kembali meningkat menjadi waspada.
Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Plt Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Lana Saria dalam laporan khusus nomor :153/GL.03/BGL/2025.
Dalam laporan itu dijelaskan, pasca gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 4,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Bener Meriah dan sekitarnya, pada Selasa, 25 November 2025 sekira pukul 00.30 WIB, gempa Vulkanik Dalam di Gunung Api Burni Telong, mengalami peningkatan.
Pada pukul 00.00 sampai 06.00 WIB tadi pagi, telah terekam 18 kali gempa Vulkanik Dalam, 6 kali gempa Tektonik Lokal dan 6 kali gempa Tektonik Jauh.
Untuk peningkatan kegempaan saat ini dipengaruhi oleh peningkatan aktvitas tektonik regional di sekitar Burni Telong. Hal ini terlihat dengan meningkatnya jenis gempa Tektonik Jauh maupun Tektonik Lokal.
“Kondisi terjadi sejak bulan Juli 2025 dan telah terjadi 6 kali peningkatan gempa Vulkanik Dalam. Pengamatan visual menunjukan aktivitas hembusan asap kawah masih tidak teramati,” tulis Badan Geologi, Selasa (25/11/2025).
Oleh karena itu, berdasarkan pengamatan visual dan instrumental, tulis Badan Geologi, tingkat aktivitas gunung Burni Telong dinaikan dari level I Normal menjadi level II Waspada terhitungg sejak pukul 09.00 WIB tadi pagi.
Menanggapi hal ini, Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, melalui Kepala Dinas Kominfo Bener Meriah, Ilham Abdi, menghimbau mayarakat untuk tetap tenang dan tidak panik.
“Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang,” ujar Ilham Abdi.
Ia menambahkan, masyarakat dan pengunjung ataupun pendaki Gunung Burni Telong direkomendasi untuk tidak mendekati area kawah Burni Telong dalam radius 1.5 kilometer.
“Serta tidak berada di daerah fumarol dan solfatara pada saat cuaca mendung atau hujan karena konsentrasi gas dapat membahayakan kehidupan,” tutupnya. (Mhd)
