Takengon | lintasgayo.com- Bencana hidrometeorologi di dataran tinggi Gayo yang telah berlangsung selama 10 hari 4 Desember 2025 telah merenggut 23 nyawa dan lebih 234 ribu warga Aceh Tengah terdampak bencana ini . Kini memasuki hari ke 11, 5 Desember 2025.
Di balik angka statistik, ribuan keluarga kini berjuang untuk bertahan hidup di tengah himpitan dan keterbatasan, kebutuhan pangan, BBM, logistik, serta krisis air bersih terutama Pelayanan Kesehatan RSUD Datu Beru.
Dengan 234 jiwa terdampak langsung, Sebagian dari mereka adalah kelompok yang paling rentan: lansia, ibu hamil, balita, dan penyandang disabilitas yang kini bergantung sepenuhnya pada bantuan darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Ir. Andalika, ST memastikan tim gabungan terus berupaya mencapai 100 kampung terisolir yang menampung 62.867 jiwa.
“Kami memprioritaskan evakuasi kelompok rentan. Mereka tidak hanya membutuhkan logistik, tetapi juga dukungan psikososial. Beban emosional warga sangat berat, apalagi dengan 24 orang yang masih dinyatakan hilang,” ujar Ir. Andalika, ST.
Data BPBD menunjukkan 2.218 rumah rusak, 83 ruas jalan kabupaten putus, 6 ruas jalan provinsi putus, 4 ruas jalan nasional putus, 52 jembatan kabupaten rusak.
15 jembatan nasional putus, gangguan akses ke RSUD Datu Beru memperberat pelayanan kesehatan, terutama untuk pasien gawat darurat dan layanan cuci darah.
Hampir seluruh layanan dasar masyarakat ikut terdampak. Tercatat Listrik padam di 14 kecamatan, ketersedian air bersih terbatas di 14 kecamatan, layanan telekomunikasi dan internet putus di 14 kecamatan.(LG01)
