Banjir dan Longsor Terparah Sepanjang Sejarah

Foto : Banjir dan Longsor melanda Desa Genuren.

Takengon | lintasgayo.com- Sabtu, 27 Desember 2025, saya mengikuti relawan dari Koalisi Relawan Gayo. Tujuan pemberian bantuan kali ini adalah Genuren dan Kala Segi , Kecamatan Bintang. Aceh Tengah

Sebelum memberi bantuan, relawan yang bermarkas di Gedung Koni , Gentala ini sudah mendata jumlah dan kebutuhan pengungsi banjir dan longsor. Mengambil data dari Kepala Desa setempat.

Foto WRB : Kampung Kala Segi Pasca Bencana

Semua kegiatan relawan, data, administrasi , jenis bantuan, jumlah dan sumber donasi tercatat dan diawasi ala “militer”oleh Muhammad Ibnu Akbar alias Mamat.

Menggunakan dua kenderaan jenis dobel kabin milik Marwan, seorang pengusaha jasa kontruksi , yang dipinjam pakaikan. Satu lagi milik koperasi Arung Jeram, anggota Faji.

Foto Wrb : Relawan Kolaborasi Menyerahkan Bantuan

Waktu menunjukkan pukul 10.00 Wib. Kenderaan dengan muatan penuh berangkat lewat jalur Selatan Danau.

Mulai dari Bale, wajah gunung perisai danau sudah tampak rusak oleh longsor. Dari gunung hingga ke jalan dan berakhir di danau.

Jalan dipenuhi lumpur berwarna coklat pekat yang licin. Puluhan titik longsor membuat jalan harus dilalui ekstra hati hati. Danauku, tak lagi indah dan bersahabat.

Tiba di Genuren. Tak tampak ada banjir dan longsor . Warga mengungsi di Mersah dipinggir jalan aspal.

Foto Wrb : Kampung Kala Segi

Lalu , perangkat desa mengarahkan kenderaan ke atas perkampungan. Diatas banyak rumah dan lahan yng ditimbun batu. Mersah / Menasah, rumah, jalan dan jembatan ,habis dihantam banjir, batu dan kayu. Parah.

Dua lelaki saya jumpai. Safaruddin Aman Loga dan Sarfian Aman Azmi. Kejadian banjir dan longsor di Genuren, terjadi pagi hari Rabu , 26 November 2025 ,.pagi.

Hujan turun. Warga menunggu sedikit reda untuk beranjak ke kebun. Namun sekitar pukul 09.00 Wib, air mulai datang dan semakin deras.

Warga ditengah hujan hari Rabu itu mengungsi ke Mersah. Dibawah kampung yang ditumbuhi kopi.

Lalu, banjir semakin besar dan disertai kayu dan batu. Datang dengan suara bergemuruh yang mengerikan. Batu batu besar dam kayu menghantam semua yang dilewatinya. Mersah, rumah , kebun, apapun.

Beberapa warga yang tak sempat keluar rumah mendapati air dan batu datang dengan cepat. Ada yang tersangkut kayu dan ada yang dibawa lari . Kacau dan panik.

Syukurnya, tak ada korban jiwa. Namun rumah dan harta benda didalamnya, habis.

” Banjir dan longsor datang selama tiga hari”, kata Sarfian. Di hari ketiga banjir dan longsor, barulah jalan dan jembatan, terputus .

Menurutnya belum pernah banjir dan longsor separah ini terjadi. Namun, banyak batu batu besar ratusan kilo bahkan tonan sudah berada di kebun dan sekitar lahan mereka.

“Mungkin pernah terjadi banjir dan longsor disini. Tapi mungkin ratusan tahun lalu”, tambah Safaruddin Aman loga.

Warga mengaku pasrah atas musibah ini. Na mun mereka berharap pemerintah membantu sembako mereka. Karena rumah dan lahan mereka sudah rusak. Hingga keadaan pulih dan membaik.

Kala Segi Tak Kalah Parah.

Antara Genurun dan Kala Segi, tidak berjauhan

Kirang dari satu kilometer. Keadaan Kampung Kala Segi sama hancurnya dengan Genuren. Sumber banjir dan longsor dari aliran air di hulu.

Aliran air bersih ini hanyalah sungai kecil saja. Namun kini telah menjadi lebar dan dalam hingga 20 atau 30 kali lipat dari biasanya.

Sebulan paska banjir dan longsor, warga mulai membersihkan rumah. Pakaian dan peralatan rumah yang masih bisa dipakai. Yang rumahnya rusak parah , ada yang sudah mengontrak rumah di Takengon.

Jarak dari Takengon ke Kecamatan Bintang sekitar 22 kilometer lewat jalan Selatan danau. Dan 18 kilometer lewat Utara.

Sepanjang kedua sisi danau ini kini hancur dan rusak diterjang banjir dan longsor 16 November 2025. Belum pernah terjadi seperti ini sebelumnya.(Win Ruhdi Bathin) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.