
Relawan itu Adalah…
Relawan itu adalah orang yang ..
Kemarin aku menjadi relawan bersama belasan relawan lainnya dari Kolaborasi Relawan Gayo.
Berangkat pagi jam sepuluh. Dari sekretariat dan mako di gedung koni, Gentala. Dua mobil ke Genuren dan Kalasegi.
Bersama saya , satu mobil di bak belakang adalah Andi. Penduduk Rusip. Andi yang petani,belum bisa ke kebun . Karena kebunnya masih dipenuhi lumpur longsor.
” Saya punya waktu sebulan . Sebelum bisa ke kebun. Karena tanah menuju kebun masih becek”, kata Andi.
Lalu, Andi memutuskan menjadi relawan. Andi sudah mempersiapkan kebutuhan keluarganya di Rusip. Selebihnya Andi akan bekerja sebagai relawan sampai dia bisa berusaha lagi.
Hal yang sama dilakukan oleh Irwandi. Irwandi yang membantu istrinya berjualan kue setiap pagi. Bekerja menjadi relawan setelah berjualan kue.
Irwandi memang anak Mapala Gajah Putih, terbiasa menjadi relawan di berbagai lokasi bencana, Mentawai, Gempa Gayo dan lain lain. Bahkan berbulan bulan tak pulang kerumah.
Saat membagi bantuan dari donatur ke pada para penyintas. Hari sudah Zuhur. Setelah selesai , menjelang Ashar.
Para relawan yang juga ikhlasan ini belum satupun yang makan. Mereka bahkan tak menyentuh sedikitpun bantuan yang sudah dibungkus. Semalam sebelumnya. Mereka tak mau mengambilnya. Pun air mineral.
Mereka memilih lapar dan lapar itu tak mereka katakan. Semua relawan begitu. Laki maupun perempuan.
Hal sama dilakukan relawan bernama Bian Affatih. Bian pulang pergi berkali kali ke Serule – Bintang , jalan kaki 10 jam. Bian dkk membawa nasi sendiri.
Tak mau repotkan orang lain, apalagi korban longsor dan banjir.
Saya yang relawan dadakan belum bisa disebut relawan yang ikhlasan. Karena setiba dirumah pukul lima kurang , saya langsung ke dapur …
Ternyata, relawan itu adalah orang yang rela lapar dalam keadaan ikhlas..
Salutku untuk kalian relawan, ijal, ilham,mamat, zakir, dan semua relawan yang terlibat yang berada di seluruh dunia ini
(Win Ruhdi Bathin)
