Foto Wrb : Tengku Haji Muda

Takengon | lintasgayo.com- Teungku Haji Muda , 63, mencium Alquran di tangannya. Lalu berdoa. Alquran dengan terjemahan itu diberikan seorang hamba Allah plus kacamata baca.

Sehari sebelumnya , Teungku Haji Muda bertemu dengan mantan anggota dewan, Din Rengkov ( Syirajuddin Bin Abu Bakar Salam).
Di pertemuan itu, Imam Kala Segi meminta satu Alquran dan kaca mata.

Karena Alquran miliknya telah hilang dihantam longsor dan banjir pada Rabu 26 November 2025.

Bukan saja Alquran dan kacamata yang hilang dibawa bencana, tapi juga rumah bersama isinya. Rata tertimbun batu dan kayu.

” Yang tersisa hanya pakaian di badan “, katanya lirih. Bahkan pada peristiwa maha dahsyat itu, Teungku Haji Muda , istri dan anaknya sempat terseret banjir.

Ketiganya selamat setelah dibantu warga yang siaga mengantisipasi bencana. Karena air sudah mulai memenuh Kampung sejak sore.

Namun banyak warga Kala Segi tak Pernah menduga banjir dan longsor datang demikian parah dan mengerikan.

Teungku Haji Muda, sejak itu mengungsi selama sebulan lebih.

Setelah pulang ke Takengon, seorang hamba Allah yang mendengar keinginan Imam Kala Segi, memberikan Alquran.

Menurut Teungku Haji Muda, sore itu, warga Kala Segi yang bermukim sepanjang kanan dan kiri jalan sudah mengalamin banjir yang datang dari arah Utara Kampung . Merupakan pegunungan dan tiga sumber mata air yang tak pernah kering.

Teungku Haji Muda bersama seorang anaknya menuntun sang istri yang mengalami kesulitan berjalan karena sakit.

Setelah berjalan dua ratus meter lebih dari rumahnya, mereka berhenti disebuah rumah. Tak dinyana air besar datang membawa gelondongan kayu serta batu yang beratnya berton ton.

Teungku Haji Muda,istri dan anaknya terseret air bah . Syukurnya, banyak warga disana berkumpul dan berusaha menarik mereka dari arus . Ketiganya selamat meski tangan istrinya cidera.

Dikatakan Teungku Haji Muda, peristiwa serupa ini belum pernah terjadi dalam kurun waktu ratusan .

Dari beberapa orang yang Pernah ditanyainya menyebutkan bahwa sebelum pacu kuda pertama yang diadakan di Pante Menye tahun 1911, diperoleh informasi bahwa pernah terjadi banjir di Kala Segi.

Foto Wrb : Kala Segi yang luluhlantak

Hal itu ditandai banyaknya material batu dn pasir sepanjang kampung tersebut. Diperkirakan sekitar 300 atau 400 tahun lalu.

Sejak kehilangan rumah dan harta bendanya. Teungku Haji Muda dan warga Kala Segi, sempat tinggal di rumah salah seornag anggota dewan Aceh Tengah, Taqwa.

Rumah Taqwa yng tidak terkena banjir, menjadi tempt warga tinggal sementara sebelum dibuat tempat mengungsi.

“Kek Taqwalah yang menampung dan memberi kami makan “, ujarnya. Ada sekitar 80 penduduk Kala Segi yang rumahnya tak bisa lgai ditempati.

Solusi

Dijelaskan Teungku Haji Muda, melihat banyaknya rumah yang hancur dan rusak. Warga Kala Segi bersama Taqwa berencana membuat hunian sementara.

Untuk itu, warga Kala Segi sudah mulai membuat bahan papan dan tiang dari gelondongan kayu yang dibawa banjir.

” Di bulan ramadhan nanti, kami ingin puasa si tempat hunian sementara. Karena kalau tinggal di tenda, kurang cocok. Malam dingin dan kalau siang panas”, ungkap Imam Kala Segi.

Apalagi kebiasaan warga gayo yang tinggal si kawasan pegunungan yang lembab. Mereka membutuhkan perapian. Untuk memasak dan menghangatkan tubuh.

Solusi

Teungku Haji Muda bersedia menghibahkan tanahnya untuk dibuatkan sungai agar air tidak mengalir kemana mana. Dan dibuatkan jembatan guna mengantisipasi banjir. Bukan lagi gorong gorong.

Kepada para relawan dan donatur Teungku Haji Muda memohon agar bantuan berikutnya tidak hanyabsembako.

Tapi juga bahan kayu, tiang dan atap untuk hunian sementara . Serta kebutuhan infrastruktur lainnya.

Karena warga Kala Segi dan korban musibah si berbagai tempat lainnya , harus mulai menata hidup serta ekonomi mereka.

Untuk itu semua mereka perlu hunian sementara hingga bisa kembali membuat tempat tinggal yang lebih layak.

Setelah menerima Alquran, Teungku Haji Muda meyakini ayat Alquran, bahwa Allah akan memberikan pertolongan atau rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka , Surat At-Talaq ayat 2 dan 3.

Semoga.

(Win Ruhdi Bathin) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment