
Kisah yang kurangkai ini adalah fakta semata. Hanya saja, nama mereka sengaja kuganti. Ngak enak sama mereka karena tak kuminta ijin menulis kisah sedih ini.
..
Seseorang meminta pertemanan di jagad fb . Beberapa hari lalu. Hal itu lumrah dan jamak di dunia persilatan tak bertepi ini.
Aku tentu saja menerima pertemanan itu. Silaturrahmi. Ngak pernah kutolak. Lalu , orang itu , menghubungiku lewat pesan. Messenger. 25 Desember 2025. Pukul 23.11 Wib.
Pesan itu tak kubaca. Karena aku mencoba ikut relawan yang sedang mewakafkan dirinya untuk bantu saudaranya. Penyintas 26 November 2025. Banjir dan longsor yang dahsyat dna parah.
Aku membalasnya chatnya di tanggal 27 Desember 2025. Pukul 20.55 Wib.
Begini chat itu :
“Mau nanya bang, ABNG dari desa bathin baru ya?”,
“Ngak bang ..kenapa bang?”
?–Mau cari informasi tentang orang tua saya bang dia di bthin baru udh 25 tahun gak tau kabar bang.
!–Siapa namanya bang..
?–Narisman bin Slamet bang
!–Nanti saya coba bantu cari..namanya, asal, nama tempat tinggalnya, dll.
!–Kapan beliau ke bathin bang
!–Tepatnya di bathin mana
!–Kenapa bisa putus kontak bang?
Begitu rentetan pertanyaan kulontarkan. Aku yang dilatih menginvestigasi, mengumpulkan setiap kata adalah data dan semua hal yang berpotensi sebagai petunjuk. Naluri dan insting jurnalis.
?–Udh lama bang Thun 1998 bang siapa tau kan dpat kabar baik bisa tau dia dmna.
?–Panjang cerita nya bang
Lalu , Repi Hardianto Peng , orang yang chating dengan saya ini mengirim sebuah foto lawas yang kusam.
?–ini fotonya bang
?–Waktu ke bathin bapak lajang bang
?–08953**7612.. ini wa saya bang
!–Ok bang..abang posisi dimana
?–Bengkulu bang
?–Udh Nika bang . bapak orang bathin baru bang asli sana . Ibu saya orang Bengkulu bang
?–Bapak asli orang bathin bang. ibu asli Bengkulu bang.
?–Bapak asli orang batin bang mamak orang Bengkulu bang . Mereka ketmu pas sama2 merantau di jakarta bang
?–Mamak Masi di Bengkulu bang . Bapak yg pulang kampung nya di bathin sampai Skrang GK tau kabar bang
!–Oo gitu..berarti bapak dulu tinggal di bengkulu
?–Iya bang pernah tinggal dibengkulu, terus dia pulang kesana GK ada kabar sampe sekarang
!–nama ibu siapa?
?–Erd. Riya..bng
..
Begitu chating kami dari tanggal 25 sd 28 Desember 2025.
Kami bertukar nomor telepon .
Foto yang yang dikirim Repi dari Bengkulu yang mengaku sedang mencari ayahnya, menjadi modal bagiku.
Foto tersebut kusebar.. Kepada keluarga, teman , grup , dan semua orang yang kukenal di Bathin Baru, Kecamatan Bandar. Bener Meriah.
Hampir tiga hari tak ada yang tahu. Apalagi foto itu berasal dari tahun 1999. Foto 27 tahun lalu.
Lalu, Fahmi mantan Reje atau Kepala Kampung kalau di Indonesia , mengaku mengenali foto tersebut. Namanya Narisman.
” Dia sudah lama pindah dari bathin baru. Dulu memang dia tinggal di bathin”, kata Fahmi. Hatiku gembira. Ada harapan . Ada info yang bisa ditelusuri. Ada jejak baru yang bisa dicari.
Tinggal cari tahu pindahnya kemana.
Lalu tak lama , Fahmi bilang dia kenal saudara dari Narisman. Akan dihubungi Fahmi. Fahmi akan beri kabar lagi.
Fahmi kemudian menghubungiku lagi. Saya sudah menghubungi saudara dari Narisman. Telah memberikan nomor hp saya ke saudaranya itu.
Waktu berlalu..
28 Desember 2025, pukul 17.06 Wib , satu panggilan telepon masuk. Nomornya tak ada di data ponselku. Nomor baru. Kuangkat.
Orang yang berbicara denganku diujung telpon mengaku saudara Narisman. Kuceritakan tentang seseorang yamg mengaku anak Narisman di Bengkulu. Wedang mencari ayahnya.
26 tahun tanpa kabar berita. Lalu, kuceritakan ulang chating ku dengan anak yang mengaku anak dari Narisman. Bernama Repi.
Repi juga mengisahkan , ibunya ketemu Narisman di Jakarta. Lalu menikah dan Narisman sempat tinggal di Bengkulu. Pulang ke Bener Meriah dan tak pernah kembali.
Si orang yang mengaku saudara Narisman ini dengan tenang mendengarkan ceritaku. Lalu, setelah selesai bicara, orang ini mengatakan dirinya adalah si Narisman sendiri.
Aku agak kaget dong. Tapi kemudian bertanya, ” benar abang Narisman yang dicari itu”, tanyaku.
” Iya bang. Panjang ceritanya. Apalagi setelah saya pulang kampung. Terjadi konplik”,! ujarnya di ujung telpon.
Dikatakan Narisman, sang istri yang dari Bengkulu,pernah tinggal dengannya di Bathin Baru.
Aku lalu memberikan nomor telpon Repi…
…
Mungkin sehari setelah berkomunikasi dengan Narisman dan berikan nomor Repi. Repi menghubungiku lewat Wa. Dia meminta nomor ayahnya. Nomor itu kuberikan.
Tampaknya Repi langsung menghubungi Narisman. Setelah menghubungi sang ayah. Repi memanggilku lewat video call.
Diceritererakan Repi bahwa benar Narisman adalah ayah yang dicari. Setelah 26 tahun tanpa kabar. Repi yakin Narisman ayahnya setelah sang ayah ditanyai Repi.
Yang kemudian membuat Repi yakin sekali, sang ayah masih ingat beberapa nama dan tempat di Bengkulu. Tempat mereka tinggal dahulu.

Lalu Repi video call dengan ku. Di video call tersebut dikatakan Repi yang menjadi anak kandung Narisman adalah istrinya. Nonik. Repi Hadianto adalah menantu Narisman.
Nonik istri Repi sangat bahagia telah bertemu ayah kandungnya. Meski saat menikah dahulu dengan Repi, walinya adalah wali hakim.
Repi, sang mantulah yang telah gigih mencari mertuanya. Berdasarkan foto lama tahun 1999 dan buku nikah mertuanya yang tinggal di Bengkulu.
Sejak Narisman tahu anaknya Nonik ada di Bengkulu,” setiap hari bapak telpon bang “, kata Repi…
Allahu Akbar
(Win Ruhdi Bathin)
