MDMC Makassar Terobos Jalan Terjal, Bawa Layanan Kesehatan ke Desa Terisolir di Aceh Tengah

Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Universitas Muhammadiyah Makassar . Dok Mawardi.

Takengon | Lintasgayo.com – Tim medis khusus dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Universitas Muhammadiyah Makassar berhasil menembus wilayah terisolir pasca banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya di Kecamatan Bintang.

Dengan perjuangan mengarungi medan yang sangat berat, mereka akhirnya tiba dan memberikan layanan kesehatan di Kampung Serule, Atu Payung, dan Jamur Konyel pada Senin (30/12/2025) kemarin.

Kedatangan tim yang terdiri dari sepuluh orang tenaga medis dan didampingi oleh relawan MDMC Aceh Tengah ini merupakan respons cepat atas keterputusan akses layanan kesehatan yang parah di wilayah terpencil tersebut.

Pasca bencana, akses transportasi darat menuju ketiga kampung tersebut terputus total akibat jalan utama yang tertutup material longsor dan tanah bergerak yang belum dapat dibersihkan sepenuhnya.

“Untuk mencapai lokasi, kami harus membagi tim. Satu unit bergerak cepat melalui udara dengan bantuan helikopter BNPB untuk membawa logistik penting, sementara unit lainnya berjuang melalui jalur darat menggunakan sepeda motor modifikasi dan bahkan harus berjalan kaki menembus rintangan alam,” jelas Koordinator Tim, dr. Fahmi, dalam keterangan persnya, Minggu (4/12/2025).

dr. Fahmi menambahkan, tim juga harus menerobos jalur yang dipenuhi kubangan lumpur pekat, reruntuhan pohon tumbang, dan bagian jalan yang hilang tersapu longsor.

“Di beberapa titik, medan begitu ekstrem sehingga tim harus berjalan kaki sambil menarik motor mereka dari lumpur yang menggenang setinggi betis,” jelasnya.

Perjalanan tersebut kata dr Fahmi memakan waktu 5-6 jam menggunakan sepada motor, dan 10-11 dengan berjalan kaki

Amatan Lintasgayo, setibanya di lokasi tim medis langsung disambut antusias oleh warga setempat yang merasa sangat terbantu dan diperhatikan kehadirannya.

Rasa haru dan terima kasih tampak jelas dari raut wajah masyarakat yang telah berhari-hari hidup dalam keterbatasan, terutama dalam hal akses ke pengobatan dan perawatan kesehatan dasar.

Tim tersebut direncanakan akan bertugas selama tujuh hari penuh di lokasi untuk memastikan penanganan kesehatan yang menyeluruh bagi warga terdampak.

Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan bagi pasien dengan penyakit akut dan kronis, pertolongan pertama pada kondisi darurat, serta penyuluhan kesehatan terkait kebersihan dan pencegahan penyakit pascabencana.

Selain membuka posko kesehatan tetap di pusat kampung, tim juga melakukan layanan kesehatan keliling (mobile clinic) dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas yang tidak dapat menjangkau posko. (Mawardi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.