
Redelong | Lintasgayo.com – Kenaikan harga material galian C di Kabupaten Bener Meriah mendapat protes dari sejumlah warga yang berprofesi sebagai supir mobil dum truck, Selasa (6/1/2025)
Perwakilan supir Dum Truck yang tergabung dalam DPC Organda Bener Meriah, Mashuda, mengaku heran pengusaha yang tergabung dalam Persatuan Pengusaha Galian C (PG2C) Burni Telong se Kabupaten Bener Meriah malah menaikkan harga material di tengah bencana yang melanda kabupaten itu.
“Kenaikannya hampir dua kali lipat, pasir jumbo dari 200 ribu naik jadi 350 ribu. Material lain juga mengalami kenaikan serupa,” ujarnya, Selasa (6/1/2025).
Pihaknya bersepakat untuk sementara menghentikan aktivitas jasa angkut pasir dari galian C sebelum kenaikan harga tersebut di rasional kan.
Ia juga menambahkan, harga tersebut memberatkan masyarakat. Sementara permintaan pasir paling banyak saat ini dari warga korban bencana yang sedang memperbaiki rumah.
Mashuda berharap Pemerintah Kabupaten Bener Meriah meyikapi hal ini. Pihaknya juga berencana untuk melakukan audiensi dengan pemerintah setempat.
“Kami berencana untuk audiensi dengan pemerintah, mengadukan masalah ini. Harus segera ada solusi,” pungkasnya. (Mhd)
