Tebuk yang Luluhlantak

Foto WRB : Tebuk Luluhlantak

Tebuk yang dulu tenang dan indah , kini berubah porak poranda. Banjir dan longsor telah membuat wajah kampung Tebuk luluh lantak.

Sebuah sekolah dasar negeri 11 Pegasing tinggal dua kelas. Kantor, lab, rumah guru dan pustaka, hancur tak berbekas.

Digantikan material kayu, batu dan lumpur. Ilham, seorang guru agama di sekolah tersebut menuturkan peristiwa mengerikan itu.

Pagi Tanggal 26 November 2025. Pagi itu anak anak sedang tiba ke sekolah. Lalu air banjir mulai tiba. Ilham dan warga setempat melihat bukit dibelakang kampung dan sekolah mulai bergerak. Longsor.

Lalu anak anak diperintahkan untuk pulang . Warga juga siaga karena air terus membesar dan longsor kecilpun mulai sampai di Kampung Tebuk.

Warga mulai mengungsi ke tempat yang dianggap aman. Sore, Rabu itu, banjir dan longsor besarpun terjadi hingga pagi hari Tanggal 27 November 2025.

Sekolah SD 11 hancur. Bersama 17 rumah yang juga hancur , 8 rumah lainnya rusak berat. Tak ada korban jiwa.

“Kini, anak anak belajar di tenda dari bnpb. Sebagiannwaega mengungsi si rumah kerabatnya dan pindah dirumah kontrakan”, papar Ilham, Selasa 6 Desember 2025 kepada lintasgayo di Tebuk.

Dijelaskan hingga kini material batu dan kayu belum dibersihkan. Satu alat berat yang ditempatkan disana, rusak dan telah dibawa keluar.

Ilham berharap bekas sekolah diratakan kembali dari material longsor yang mencapai dua meter. Kemudian tenda untuk sekolah ditempatkan disana.

Ilham juga memohon agar aliran air dari gunung bekas longsor dibuatkan khusus agar tidak meneyebar. Ada 11 titik longsor yang menimpa sekolah dan pemukiman.

Seorang warga lainnya, Aman Nowen juga meminta agar alat berat ditempatkan disana. Karena puluhan titik longsor ke kebun warga belum bisa dilewati hingga kini.

Kampung Tebuk Kecamatan Pegasing memiliki akses jalan ke kebun kopi warga tembus ke Kampung Kenawat Kecamatan Lutawar.

Aman Nowen mengaku warga kesulitan ke kebun yang umumnya berada di.lereng lereng bukit yang longsor.

” Belum bisa bawa hasil kebun berupa kopi ke kampung karena jalan masih tertimbun”, katanya.

Kalau dipanggul , Aman Nowen menyebut terlalu sulit denga medan yang berat. Biasanya mereka membawa hasil.kebun dengan kenderaan.

Dikatakan Ilham, sekitar 35 persen kebun warga Tebuk hancur akibat longsor
Sementara sawah ,lebih banyak lagi.

(Win Ruhdi Batin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.