
Takengon | Lintasgayo.com – Ditengah keterbatasan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bahu membahu bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh terus tancap gas memperbaiki jalan yang rusak akibat bencana.
Dari 106 ruas jalan yang rusak tersisa 23 ruas yang belum ditangani sementara 83 ruas lainnya sudah dikerjakan.
Hal ini sebagaimana disampaikan Plt Kepala Dinas PUPR Aceh Tengah, Pijas Visara, kepada Lintasgayo, Rabu (7/1/2025).
Menurutnya, PUPR dan BPBD Aceh Tengah, BPJN Aceh, TNI dan Polri dibantu masyarakat terus berupaya memperbaiki akses penghubung antar wilayah di Aceh Tengah.
“Ada 621 titik badan jalan yang longsor dan amblas. 536 titik sudah kita tangani, sisa 85 titik akan terus kita kebut perbaikannya. Semoga bisa segera selesai,” ujar Pijas.
“Titik ini termasuk jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kabupaten,” tambahnya.
Saat ini kata Pijas, Pemerintah Aceh melalui Dinas PUPR Aceh ikut membantu mengirimkan tambahan alat berat dan sedang bekerja ke arah Serule.
“Ada 4 alat berat yang kita kerahkan untuk menembus jalan Bintang menuju Serule dan simpang Kraf. Dua alat berat merupakan bantuan dari PUPR Aceh,” ungkapnya.

Pijas mengakui saat bencana hidrometeorologi menimpa Aceh Tengah, pihaknya sempat terkendala Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk alat berat. Sehingga pengerjaan perbaikan jalan terhambat.
“Sempat terkandala BBM karena saat itu akses jalan keluar masuk Kabupaten juga rusak. Belum lagi alat berat kita juga terbatas, tapi tetap kita maksimalkan,” ungkapnya.
Pijas juga berterimakasih kepada relawan dan masyarakat serta seluruh pihak yang secara swadaya memperbaiki jalan penghubung yang rusak.
“Kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada relawan dan masyarakat yang ikut membantu memperbaiki akses jalan dengan cara swadaya,” ujarnya.
“Kami juga memohon maaf atas keterlambatan perbaikan. Kedepan kami pastikan seluruh akses jalan di Aceh Tengah yang terputus akibat bencana akan diperbaiki satu persatu,” pungkasnya. (Mhd)
