Foto WRB : ERU Land-Rover Club Bandung

Akupun akhirnya naik Land Rover . Untuk pertama kalinya. Land Rover seri dua yang dibuat tahun 1958- 1971. Kamis, 8 Januari 2026.

Supirnya , Kang Cipung, yang tiba di Gayo 1 Desember lalu, bersama 23 orang relawan dari Bandung Land Rover Club .

Selama di Takengon, Cipung dkk membantu pendistribusian sembako dan lainnya. Untuk tempat yang sulit. Di pegunungan, tanah becek, licin dan berbatu. Karena mobil ini 4 x 4.

Menurut Cipung, dia bersama teman lainnya untuk misi kemanusiaan Emergency Response Unit ( ERU). Selama 15 hari akan membantu.

..

Kami berangkat dari Gor Gentala. Setelah minum kopi Geste yang disediakan posko. Posko ini diurus Mamat. Nama sesungguhnya, Muhammad Ibnu Akbar.

Sembako dan sejumlah jenis bantuan lainnya, dimasukkan ke tiga Land Rover dan satu Triton , punya Marwan yang baik hati.

Relawan ini biasa bekerja cepat dan telah membuat asesmen dengan perangkat desa yang diberi bantuan. Untuk mengetahui kebutuhan pengungsi korban banjir dan longsor.

Sebelum berangkat, Mamat memberi arahan dan pesan menjaga kekompakan dan keselamatan. Pun juga Cipung, soal teknis.

Lalu memohon Perlindungan Allah dan slogan , Bangkit bangkit bangkit. Bismilalh.

Disamping Cipung di kemudi seorang navigator selalu awas dan siaga. Begitu rule di Land Rover. Selain mahir mengenderai kenderaan tua ini. Mereka semua adalah mekanik handal.

Saya di jok belakang bersama Ilham , SE. Begitu tertulis di nama Fb temanku ini. Ilham dalah anggota Mahagapa. Club pecinta alam mahasiswa Universitas Gajah Putih. Mirip Gajah Mada di Yogya.

Tak ada halangan, hingga tiba di kawasan Pelang , Silih Nara. Jalanan tertutup longsor. Hingga dibuat jalan darurat di tepi bukit yang dikikis.

Puluhan kenderaan antri. Tergambar betapa dahsyatnya banjir dan longsor yang terjadi 26 November 2026. Meluluhlantakkan kawasan pegunungan Dataran Tinggi di tengah Aceh ini.

Gunung runtuh, sungai meluap dan mengikis tebingnya. Rumah , kebun, sawah , lumat. Syukurnya, sebelum banjir dan longsor. Genenangan air kecil telah memberi ” Peringatan Dini”.

Semacam warning bagi warga. Dan itu terjadi di semua kawasan. Setelah warga mengungsi, barulah sore hingga malam hari peringatan “Kedua” datang.

Disebut “Teger” dalam bahasa Gayo. Teger adalah suara gemuruh banjir dan longsor dari hulu. Suaranya menggelegar dan terdengar jauh berkilometer dari pusat longsor.

Jika suara mengerikan ini terdengar, tak lama kemudian akan tiba material kayu, batu dan air kental menghamtam semua penghalang.

200 meter , sebelum tiba di Kampung Blang Jorong, Paya Kolak , Celala. Jalan tertutup longsor. Material tanah liatenumouk di jalan. Sudah diratakan alat bera. Inilah longsor yang menutup akses ke.kampung.

Land Rover yang memang dibuat medan berat, bisa melewati bekas longsoran ini. Hingga ke Dusun Blang Jorong.

Bantuan diturunkan. Warga mengungsi di bangunan Madrasah Ibtidaiyah Swasta. Disana selain warga dan perangkat desa telah hadir anggota TNI .

Babinsa Paya Kolak,Moh Asy’adi , puluhan anggota TNI dari Yon 856 Nagan Raya. Mereka sudah dua pekan bermarkas disana membantu warga penyintas.

Sementara dalam rombongan relawan ada tiga orang anggota Brimob Polda Aceh yang juga diterjunkan membantu penyintas,bdi tempatkan di Kampung Mendale.

Fadli, Banta Kampung Paya Kolak dan Sumarno, Kadus Blang Jorong mengisahkan kondisi paska banjir dan longsor.

Rumah rusak dan kebun tergerus. Bahkan kebun warga sudah mengalami retak. Jika hujan turun, dikuatirkan longsor kembali datang.

Setelah bantuan diserahkan, relawan beranjak pulang. Namun, mobil Land Rover terjebak di jalan yang longsor karena dalamnya lumpur.

Lalu, salah satu Land Rover tak mau distart, dll. Warga , relawan, tni, polri membantu bersama. Terjebak hampir lima jam.

Barulah sekitar pukul 17.30 kenderaan bisa keluar. Land Rover ternyata dilengkapi berbagai perangkat yang membantu keluar dari kesulitan dijalan. 4 x 4, sling dan berbagai tehnik menghadapi jalan berlumpur.

Lelah menghadapi keadaan yang sulit warga ternyata sudah masak dan meminta relawan makan siang , pukul 16.00 Kamis itu.

Saya baru tahu meski mobil Land Rover ini tua, ternyata pemilik atau pengemudinya dilengkapi keterampilan mekanik yang mumpuni.

Bahkan disetiap mobil ini dilengkapi spare part dan alat bengkel, lengkap. Sehingga apapun jenis kerusakan akan bisa ditangani. Wajar saja jika Land Rover asal Bandung ini bisa jalan ribuan kilometer. Tanpa takut rusak.

” Ada 300 unit mobil Land Rover di Bandung”, kata Cipung yang menempuh 8 hari Bandung- Takengon.

Selama menjalankan misi kemanusiaan, Cipung di Bandung Land Rover Club didukung sponsor yang membantu penyediaan bbm dan lain lain sehingga tidak membebani siapapun.

Ternyata naik Land Rover, sama dengan naik kuda. Mugeratak. Mungkin karena pernya bukan per nyamuk. Tapi hebatnya, Land Rover bisa masuk di jalan pegunungan dengan medan berat sekalipun.

Terima.kasih Kang Cipung dan kawan kawan. Membantu saudara yang musibah ternyata tak mengenal sekat geografis, ras, agama dan seragam. Allahu Akbar.

(Win Ruhdi Bathin) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.