
Redelong | Lintasgayo.com – Petani jagung di Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah kesulitan menjual hasil panen mereka.
Ratusan ton jagung siap panen terkendala jual akibat kurangnya minat pasar. Belum lagi, bencana hidrometeorologi meluluh lantakkan akses jalan menuju banyak perkebunan jagung di wilayah itu.
Himpitan ekonomi akibat bencana memaksa petani berjibaku dengan tanah longsor bekas banjir bandang untuk memanen jagung. Ada yang menggunakan sepeda motor, ada pula yang memanggul dengan berjalan kaki.
Seorang petani jagung di Syiah Utama, Yahdi Hasan Pelis, kepada Lintasgayo bercerita dirinya bingung kemana hasil panen jagung miliknya di jual.
Pasar yang tersedia hanya lokal, itu pun di beli dengan harga murah dan dengan jumlah terbatas.
“Enggak tau jual kemana, permintaan pasar rendah sementara hasil panen petani di wilayah ini masih banyak,” ujar Yahdi saat ditemui di jembatan Wih Kanis, Tembolon, Sabtu (10/1/2025).
Yahdi berharap Bulog mau menampung hasil panen warga, agar roda ekonomi masyarakat tetap berputar pasca terkena bencana.
“Biasanya bulog yang beli, tapi sampai sekarang belum ada kabar. Berharapnya mereka mau tampung hasil panen kami,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Bulog Aceh Tengah, Eru Purnomo, saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya belum dapat menampung hasil panen warga.
Hal ini kata Eru, dikarenakan bulog masih fokus dalam memaksimalkan suplai beras untuk Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
“Belum dapat kita tampung, karena masih fokus suplai beras untuk memenuhi kebutuhan dua kabupaten ini,” ujarnya via sambungan Whatsapp, Sabtu (10/1/2025).
Eru menjelaskan, pada tahun sebelumnya Bulog bekerjasama dengan Polres Bener Meriah menampung hasil panen jagung warga. Ia juga mengakui merupakan tugas pihaknya untuk menampung hasil panen tersebut.
“Tahun kemarin kita tampung. Kita juga berharap situasi ini segera membaik agar hasil panen warga dapat kita tampung kembali,” pungkasnya. (Mhd)
