4 Kampung Gelap, Jalur Darurat Mesidah Mengancam Nyawa

Jembatan darurat di Cemparam, Mesidah. Dok ist.

Redelong| Lintasgayo.com — Lebih dari sebulan setelah banjir bandang dan longsor memutus akses. Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, masih bergulat dengan kondisi darurat.

Hingga kini, Rabu, 14 Januari 2026, empat dari 15 kampung di kecamatan itu belum menikmati aliran listrik. Akses jalan yang tersedia pun bersifat sementara dan berisiko tinggi.

Empat kampung yang masih gelap adalah Simpang Renggali, Simpur, Perumpakan Benjadi, dan Hakim Peteri Pintu.

“Listrik belum menyala sama sekali di empat kampung itu,” kata Aman Gawa, warga Mesidah yang sejak awal aktif memantau perkembangan pascabencana, Rabu (14/01/2026).

Di lapangan, tanda-tanda pemulihan belum terlihat signifikan. Satu unit alat berat memang terparkir di Kampung Cemparam. Namun hingga kini belum ada aktivitas perbaikan jalan maupun jembatan.

Warga mempertanyakan lambannya respons pemerintah, sementara roda kehidupan tetap dipaksa berputar dalam keterbatasan.

Banjir bandang dan longsor sebelumnya membuat Mesidah terisolasi total. Akses baru terbuka setelah jembatan darurat difungsikan pada 10 Desember 2025. Namun jembatan itu dinilai tidak layak dan membahayakan pengguna.

Meski demikian, jalur tersebut menjadi satu-satunya pilihan warga untuk mengangkut hasil kebun, bersekolah, hingga berobat.

Jalur Cemparam–Jamur Atu menjadi titik rawan. Kecelakaan dilaporkan kerap terjadi. Reje Kampung Jamur Atu bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit setelah terjatuh saat melintasi jembatan darurat.

Insiden itu memperkuat kecemasan warga akan ancaman keselamatan setiap kali melintas.

Pemerintah daerah sebenarnya telah meninjau lokasi. Wakil Bupati Bener Meriah datang ke Mesidah dengan sepeda motor trail bersama relawan Kadin Bener Meriah.

Namun kunjungan itu belum berbuah langkah konkret. Perbaikan jalan permanen, pembangunan jembatan yang aman, dan pemulihan listrik masih sebatas harapan.

Warga Mesidah mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait bergerak cepat. Tanpa penanganan segera, jalur darurat yang rapuh dikhawatirkan akan memakan korban berikutnya. (Ihfa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.