Rime Raya-Pengurus Ikatan Pemuda Tugu Radio Rimba Raya (IPTRRR) Kampung Rime Raya Kabupaten Bener Meriah mengeluhkan tidak adanya dana alokasi khusus bagi organisasinya dalam mengelola Tugu Peringatan Radio Rimba Raya (RRR), demikian pernyataan miris Iwan salah seorang anggota organisasi tersebut.

Keluhan ini disampaikan saat Info Lintas Gayo sengaja berkunjung ke tempat bersejarah bagi perjuangan rakyat Indonesia tersebut, Sabtu (29/1).
“Sudah sekitar 3 bulan lalu Surat Keputusan kepengurusan kami diteken Bapak Bupati Bener Meriah, Ir Tagore AB. Tapi hingga saat ini tak sepeserpun dana atau peralatan kami terima untuk mengurus tempat ini,” kata Iwan didampingi seorang rekannya.
Dipaparkan Iwan, masyarakat sekitar tugu ingin sekali lokasi tersebut terawat rapi dan bersih, tapi mereka tidak bisa berbuat banyak karena terkendala biaya operasional. “Umumnya masyarakat disini hanya petani jadi tidak mungkin bisa maksimal mengelola aset ini,” imbuh Iwan yang sempat mengabarkan kedatangan pengunjung dari Info Lintas Gayo kepada ketua umunya Ardiansyah Bin Aman Dinar melalui sambungan telepon seluler.
Untuk antisipasi memperoleh dana, pihaknya berencana mengadakan even olahraga bola volly bertajuk “Turnamen Bola Volly Rimba Raya Radio I” yang direncanakan akan digelar Maret mendatang persis bersebelahan dengan lokasi tugu.
Seorang pengunjung, Kiki didampingi sejumlah rekannya para mahasiswa Banda Aceh asal Bener Meriah, mengaku juga sangat miris dengan keadaan tugu yang diresmikan oleh Menteri Koperasi/ Kabulog RI, H Bustani Arifin, SH pada 20 September 1990 tersebut.
“Keadaan tugu ini akan coba kami diskusikan dengan rekan-rekan untuk dicarikan upaya yang tepat penanganan monumen ini kedepan yang lebih baik,” janji Kiki.
Sementara seorang pengunjung lainnya, Al Fazri menyarankan agar dilakukan sejumlah pelatihan bagi pengurus IPTRRR dalam mengelola situs sejarah tersebut. “Pihak terkait sebaiknya beri pelatihan-pelatihan kepada pemuda setempat seperti latihan Even Organizer, perparkiran, pengelolaan taman, industri souvenir dan lain-lain. Sehingga keberadaan tugu ini dapat memberi manfaat bagi perbaikan ekonomi masyarakat sekitarnya,” saran Al Fazri.
Amatan Info Lintas Gayo, keadaan tugu sangat memprihatinkan. Sama sekali tak sebanding dengan kemegahan yang kisah heroiknya dalam era perjuangan mempertahankan harkat dan martabat Negara Republik Indonesia. (kh)