
Takengon | Lintasgayo.com – Sejumlah pengurus Dewan Perwakilan Cabang Partai Hanura Aceh Tengah mengaku kecewa terhadap keputusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Aceh yang menerbitkan surat keputusan Nomor : 001/SK/DPD-HANURA/ACEH/V/2025 tentang susunan pengurus baru DPC Hanura Aceh Tengah, Kamis (22/05/2025).
Yasir Arafat yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris DPC Hanura Aceh Tengah kepada awak media mengatakan DPD Partai Hanura Provinsi Aceh tidak memiliki keadilan dalam penegakan kebenaran didalam partai.
“Reposisi Kepengurusan ini kami nilai sangat menciderai nama baik Partai Hanura di Aceh Tengah. Tindakan tersebut mendzolimi kami pengurus Partai Hanura yang telah mengabdi kepada Partai dengan baik selama ini,” ujarnya.
Yasir mengisahkan, pada bulan Desember 2024 Pengurus Partai Hanura Kabupaten Aceh Tengah mulai dari jajaran sekertaris, bendahara, Ketua Bapilu dan PAC di beberapa kecamatan melayangkan surat mosi tidak percaya terhadap Ketua DPC Kabupaten Aceh Tengah.
Surat itu kata Yasir, berisikan laporan perihal kejanggalan, ketidakterbukaan dan ketidaktransparanan pada tubuh DPC Hanura Aceh Tengah.
Berikut surat tersebut, Lintasgayo.com lampirkan ;


Selanjutnya kata Yasir, Laporan tersebut di tanggapi oleh Pihak DPD Partai Hanura Provinsi Aceh dan langsung membentuk tim khusus yang berjumlah 6 orang yang turun investigasi ke Kabupaten Aceh Tengah pada bulan Februari 2025.
“Tim itu menemukan bukti apa yang kami laporkan itu benar adanya,” ungkap Yasir.
Namun kata Yasir, seiring berjalannya waktu tiba-tiba datang surat Nomor : 001/SK/DPD-HANURA/ACEH/V/2025 dari DPD Provinsi yang menyatakan Sekertaris, Bendahara dan Ketua Bapilu di ganti serentak oleh DPD Provinsi Aceh.
“Pergantian itu tanpa alasan dan sebab apapun, sementara SK Kepengurusan DPC Partai Hanura Aceh Tengah akan berakhir tinggal beberapa hari lagi,” kata Yasir.
Yasir berdalih, pelaporan yang mereka lakukan atas perintah Ketua Umum pada saat munas di Bali.
“Apabila ada Ketua DPC tidak menjalankan tugas dan tidak mengayomi bawahannya silahkan lapor ke saya” ini pesan Ketum Partai Hanura Bapak Dr. Oesman Sapta di Bali ungkap Yasir.
“Yang melaporkan kejanggalan dan ketidakadilan di tendang keluar, pelaku yang jelas-jelas salah malah di pertahankan. Kami pengurus curiga ada apa di dalam lingkup DPD sesampai orang yang terbukti bersalah justru dipertahankan,” tutupnya. (Mhd)
