Digerebek Saat Pesta Miras, Pria Ini Malah Ancam Tembak Warga Padahal Bukan Anggota

Screen Capture Video Amatir Warga saat penggerebekkan. Dok. Ist

Redelong | Lintasgayo.com – Warga Kampung Kala Kemili, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah menggerebek sebuah rumah, Jum’at pagi (18/07/2025).

Dalam penggerebekan itu, warga menemukan tiga orang pria dan tiga orang perempuan diduga sedang melakukan pesta minuman keras (Miras).

Warga sempat mendapat perlawanan dari para terduga pelaku, aksi itu sempat terekam kamera dan viral di jagat maya.

Dalam video berdurasi singkat itu tampak dua pria terlibat adu mulut dengan warga hingga nyaris terjadi perkelahian.

Berdasarkan keterangan warga, seorang terduga pelaku bahkan sempat mengeluarkan ancaman tembak, ia mengaku sebagai anggota.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhammad Taufiq melalui Kapolsek Bebesen, AKP Iskandar Wijaya saat dikonfirmasi awak media membenarkan peristiwa penggerebekan itu, Sabtu (19/07/2025).

Ia menjelaskan, penggerebekan itu bermula ketika warga mengaku resah lantaran suara musik dari dalam rumah tersebut kerap terdengar saat larut malam.

“Tiga pria dan tiga wanita itu berinisial ABS (28), FH (23), R (23), FNJ (20), RM (21) dan SP (30), mereka merupakan warga Aceh Tengah,” ujar AKP Iskandar.

“Jadi warga merasa terganggu. Kemudian pada Juma’at kemarin, warga mendatangi rumah tersebut. Namun, saat pintu diketuk, para pria didalam rumah tidak membukakan pintu sehingga warga memaksa untuk masuk,” tambahnya.

Kapolsek melanjutkan, saat warga berada didalam rumah, salah satu pria keluar menuju mobil jenis CRV yang di parkir dipinggir jalan, warga sempat menghadang hingga terjadi adu mulut.

“Ketika itu, salah satu warga sempat mengalami cidera pada bagian jari tangannya karena terjepit pintu mobil milik terduga pelaku. Korban saat ini sedang dirawat di rumah sakit,” ungkap AKP Iskandar.

Soal ancaman tembak hingga mengaku anggota, Kapolsek memastikan diantara tiga pria itu hanya dari kalangan masyarakat sipil.

“Soal ancaman tembak, mungkin mereka merasa takut saat digerebek. Tapi mereka tidak ada senjata,” ungkapnya.

Penanganan kasus tersebut kata Kapolsek, akan dikembalikan ke desa setempat untuk dilakukan perdamaian lantaran ada salah satu warga yang terluka.

“Namun, jika tidak ada kesepakatan damai, itu tergantung kepada warga dalam hal ini korban yang terluka, apakah diproses secara hukum. Lalu soal Miras, itu ranahnya Satpol PP – WH,” tutupnya. (Mhd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.