Terjebak Di Kamboja, Bupati Haili Akan Bantu Pemulangan Al Muttakim

Al Muttakim warga Aceh Tengah diduga korban perdagangan manusia di Kamboja. Dok. Ig:Kebergayo

Redelong | Lintasgayo.com – Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Asir – Asir, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Al Muttakim diduga menjadi korban perdagangan manusia di Negara Kamboja.

Kasusnya sama seperti dua pekerja migran asal Bener Meriah yang sudah berhasil pulang beberapa waktu lalu yakni Tanwir Ayubi dan Feri Sapuan. Mereka terjebak scammer dan berpotensi menjadi korban perdagangan orang.

Hal ini diungkapkan oleh Inisiator World Gayonese Community (Diaspora Gayo Dunia), Yusradi Usman Al-Gayoni melalui pesan pers rilis yang diterima awak media, Selasa (22/07/2025).

“Alhamdulillah, saat ini Al Muttakim berhasil melarikan diri dari tempat kerjanya. Ia sedang mengurus visa dan paspor, yang ditahan tempat kerjanya,” ujarnya.

Yusradi sedang mengupayakan biaya Al Muttakim bertahan di Kamboja dan bisa pulang ke Indonesia, sampai ke kampung halaman, Asir-Asir, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

Merespon hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah bergerak cepat dan mengaku akan membantu pemulangan Al Muttakim.

“Kita akan bantu biaya untuk kepulangan ananda Al Muttakim, saya sudah berkoordinasi dengan Pak Muchsin Wakil Bupati Aceh Tengah,” ujar Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga saat dikonfirmasi awak media, Rabu (23/07/2025).

Haili Yoga mengaku turut perihatin terhadap persoalan yang dihadapi Al Muttakim. Ia berharap agar pihak keluarga dapat bersabar untuk menunggu kepulangan yang bersangkutan.

“Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Kami dari pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terkait adanya warga kita yang ingin bekerja diluar negeri,” ucapnya.

Bupati Haili menambahkan, pihaknya berterimakasih kepada Inisiator World Gayonese Community (Diaspora Gayo Dunia), Yusradi Usman Al-Gayoni yang telah menginformasikan keberadaan Al Muttakim warga Asir – Asir di Kamboja.

“Alhamdulillah saya berterimakasih, sesuai saran Ananda Yusradi, pemerintah daerah perlu membuat layanan pengaduan terkait warga kita yang bekerja diluar negeri,” tutup Haili Yoga sembari mengatakan dirinya saat ini sedang berada di Jakarta dalam menerima penghargaan award 2025 oleh kementerian agama RI. (Mhd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.