Polemik Paskibraka Aceh Tengah, Purna Angkat Bicara

Wafiya, Purna Paskibraka ( Dok: ist)

Takengon|Lintasgayo.com – Purna Paskibraka menyoroti polemik kurangnya kualitas pakaian dan atribut yang tidak sesuai kepada calon paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) Kabupaten Aceh Tengah.

” Kami selaku Purna merasa kecewa dengan kualitas baju serta atribut yang akan dipakai saat pelaksanaan pengukuhan sampai proses turunnya bendera merah putih jika kondisi nya seperti yang diberitakan sebelumnya”, sebut Mulyadi, Mantan PLT Ketua PPI 2014-2015, saat bertemu Lintasgayo.com, Selasa (12/8).

Mulyadi (Dok: ist)

” Jangan menguji coba perlengkapan paskibraka, itu terkesan hanya menghambur-hamburkan anggaran dan seharusnya tidak untuk percobaan”, sambungnya

Dikesempatan yang sama, Wafiya, purna Paskibraka Tahun 2008 juga angkat bicara.

Kepada Lintasgayo.com, Wafiya menyampaikan hal yang senada dengan purna lain, bahwa purna paskibraka selalu memantau perkembangan penyempurnaan yang dimaksud oleh Kesbangpol.

” Ribuan purna selalu memantau adik-adiknya. Seharusnya dengan anggaran yang lumayan besar, adik-adik dapat merasakan perlengkapan yang mewah”, sebutnya.

” Ini bukan hanya sekedar baju, ini merupakan bentuk penghargaan kepada adik-adik, harga diri serta sejarah bagi pemakainya. Ini merupakan bentuk pengabdian terhadap merah putih. Sakral, dan tidak untuk ujicoba”, tegas Wafiya.

Menjawab tudingan berita sebelumnya, Kepala Kesbangpol Aceh Tengah, Sarwa Jalami menyebutkan bahwa pihaknya sedang menyempurnakan perlengkapan yang akan digunakan untuk pengibaran bendera merah putih 17 Agustus mendatang.

Mulyadi dan Wafiya sepakat bahwa masalah perlengkapan ini harus selesai tepat waktu, mengingat pengibaran bendera dan pengukuhan petugas paskibraka hanya tinggal menghitung hari. (LG01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.