Baju Tambal Sulam untuk Paskibraka Aceh Tengah Kembali Tuai Kekecewaan

Celana yang sobek yang ditambal. dok. Lintasgayo.com

Takengon | Lintasgayo.com – Seragam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Aceh Tengah kembali menuai sorotan setelah diketahui bahwa pakaian yang sempat robek dan diklaim masih dalam tahap uji coba, kini diserahkan kembali kepada peserta dalam kondisi tambal sulam.

Pakaian yang sebelumnya dikritik karena kualitas kain yang buruk, hanya diperbaiki tanpa penggantian. Hal ini memicu kekecewaan dari kalangan purna Paskibraka yang menilai pihak Kesbangpol Aceh Tengah tidak serius dalam mempersiapkan momen sakral peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kesbangpol terkesan main-main terhadap kesakralan upacara kemerdekaan dengan menguji coba baju pengibar bendera,” ujar Wafiya, purna Paskibraka tahun 2008, Jumat (15/08/25).

Wafiya menambahkan, tidak ada istilah “baju uji coba” dalam tradisi Paskibraka. Menurutnya, pengadaan seragam semestinya dilakukan dengan profesional dan transparan.

“Ini terlalu menghamburkan anggaran. Terlebih, baju yang dibagikan kembali adalah baju yang sama. Bahkan kami mendengar ada celana yang hanya ditambal, bukan diganti baru. Jika benar, maka anggaran perlu diaudit,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kesbangpol Aceh Tengah, Sarwa Jalami, menyatakan bahwa pakaian Paskibraka yang sempat robek akan disempurnakan karena masih dalam tahap uji coba. Ia juga menjelaskan bahwa penjahit lokal ditunjuk untuk memperbaiki seragam tersebut.

Namun, pantauan Lintasgayo.com menunjukkan bahwa pakaian yang telah diperbaiki hanya ditambal dengan kain lain, bukan diganti. Seragam tersebut bahkan direncanakan akan digunakan pada pengukuhan peserta Paskibraka hari ini.

Menanggapi hal ini, mantan Plt Ketua Paskibraka Aceh Tengah tahun 2014–2015, Mulyadi, menilai persoalan ini mencerminkan kurangnya koordinasi antara Kesbangpol dan pihak rekanan.

“Seperti pecah kongsi antara Kesbangpol dan rekanan. Pakaian pengibar bendera adalah bagian dari sejarah bagi pemakainya. Jangan ada permainan dalam hal ini,” ujarnya.

Mulyadi berharap, saat upacara kemerdekaan berlangsung, peserta menggunakan pakaian baru, bukan pakaian hasil tambal sulam seperti yang diserahkan saat ini. (LG11)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.