Siang Hari Berlangsung Damai, Demo Di DPRA Tiba-Tiba Ricuh Menjelang Magrib

Suasana ricuh di depan Gedung DPRA. Dok Instagram.

Banda Aceh – Aksi demonstrasi mahasiswa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sempat berlangsung damai sejak Senin siang (01/09/2025).

Masa dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat tampak bergantian melakukan orasi dikawal ketat pihak keamanan setempat.

Namun suasana berubah usai ibadah sholat maghrib. Sekelompok mahasiswa yang masih bertahan di depan gedung DPRA meminta izin untuk bermalam di sana.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, sempat melakukan audiensi dengan massa, tetapi mereka tetap bersikukuh berada dilokasi.

Usai diskusi itu, tiba-tiba terdengar suara letusan yang diduga mercon dari arah kerumunan masa.

Massa berlarian, dan sempat ada lemparan air mineral ke arah petugas. Situasi sempat kembali kondusif, namun mahasiswa kembali ke depan DPRA untuk melakukan audiensi kedua.

Tidak ada titik temu, situasi kembali memanas setelah pihak keamanan membubarkan massa secara paksa.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono mengatakan masa meminta melakukan aksi dengan menginap di dalam area kantor DPRA.

“Alasannya mereka melakukan aksi dengan menginap di dalam area DPRA. Sesuai dengan aturan kan tidak boleh, unjuk rasa itu harus berakhir pukul 18.00 WIB, sehingga kami sarankan untuk pulang,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah aksi sore hari dinyatakan selesai, jalan di depan DPRA akan dibuka kembali untuk masyarakat umum. Namun, sekelompok mahasiswa tetap bertahan di jalan.

“Otomatis kan bisa menghalangi kendaraan lewat. Maka kami bubarkan secara paksa. Kemudian karena ada pembubaran, dari arah belakang mereka melakukan lemparan mulai dari batu dan air mineral, saya sendiri sempat terkena,” ungkapnya.

“Suara letusan itu kami pastikan bukan dari petugas. Dugaan kita itu adalah petasan (mercon),” tambahnya.

Pihak keamanan sempat mengamankan beberapa mahasiswa karena terjatuh saat berlarian. Namun Joko mengaku, pihaknya hanya melakukan pengobatan dan akan langsung dipulangkan.

“Tadi waktu dikejar ada yang jatuh. Ada tiga orang, sedang diobati di dalam bukan kita amankan. Setelah diobati langsung dipulangkan. Kita tidak ada maksud untuk menahan, tidak ada,” ujarnya.

Dalam proses membubarkan masa, Joko mengaku pihaknya tidak melakukan tembakan apapun, bahkan tanpa gas air mata.

“Kondisi saat ini sudah mulai kondusif dan kita akan pantau terus. Sampai sekarang alhamdulillah tidak ada lagi (Masa),” tutupnya. (Mhd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.